Tampilkan postingan dengan label Seni Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Musik. Tampilkan semua postingan

Defenisi Seni Musik & Aliran Musik

Defenisi Seni Musik & Aliran Musik

Beberapa Definisi tentang Seni Musik antara lain :

Seni Musik adalah bagian dari aktivitas kultur dan sosial manusia , dimana seni musik untuk mengekspresikan perasaan dan idenya.

Seni Musik adalah kesenian yang berupa bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar , dan sebagai karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
Seni Musik adalah suatu wujud karya dalam bentuk nada, dan memiliki tempo yang dapat diikuti oleh penikmatnya , dan musik itu terlahir dari aliran aliran nadi yang yang isertai dorongan sensitif karena salah satu indera nya merasakan rangsangan.

Alat-alat musik
Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, gambus
Alat musik gesek: biola, rebab, cello
Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,
Alat musik tiup: seruling, terompet, trombon, harmonika, pianika, recorder sopran,
Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,
Alat musik moderen: gitar listrik, organ, akordeon, drum,

Aliran-aliran musik
1. Blues
2. Rock/Rock n Roll
3. Metal :
- Blues Rock
- Classic Metal
- Progresive Metal
- American Metal
- Punk
- Grunge
- Heavy Metal
- Soft Rock/Pop Rock
- Speed Metal/Power Metal/Thrash
- Muso Metal/Instrumental Metal
- Death Metal/Doom Metal/Black Metal/White Metal/Grindcore
- Rap Metal/Rap Core
- Alternative Metal
4. Jazz
5. R&B
5. Country
6. Reggae
7. Keroncong
8. Pop
9. Dangdut
10. Disco

Source:gudangmateri

READ MORE - Defenisi Seni Musik & Aliran Musik

8 Tanda Sekolah Siap Mengaplikasikan Kecerdasan Majemuk

  • Kemampuan dan kecerdasan individual tiap anak di kelas anda di carikan solusi kegiatan apa yang kira-kira cocok dalam kegiatan pembelajaran
  • Siswa merasa aman dan nyaman berekspresi dengan kecerdasan mereka sendiri.
  • Terdapat pendekatan yang seimbang dalam mengakomodir seni rupa, tari, dan musik yang dimasukkan ke dalam kegiatan belajar dan mengajar bidang mata pelajaran pokok seperti sain, ilmu sosial, matematika, dan bahasa.
  • Kurikulum di sekolah dan lembaga sekolah anda anda mengakui dan memberikan ruang bagi untuk pengembangan kecerdasan yang berbeda
  • Kecerdasan yang berbeda mendorong penilaian yang otentik di kelas anda
  • Prestasi dan pencapaian yang dihasilkan oleh tipe kecerdasan yang berbeda dianggap memiliki tingkat posisi yang sama oleh sekolah dan komunitas sekolah
  • Siswa memahami proses belajar mereka sendiri dan kecerdasan yang berbeda-beda diantara teman dan diri mereka sendiri
  • Kelas di sekolah anda menggunakan sumber daya dari luar seperti pembicara tamu dan lain sebagainya

Silahkan anda membaca kecerdasan apa saja yang dikatakan oleh Howard Gardner pada situs ini. Tulisan ini akan memberikan kelengkapan agar anda lebih mantap dalam mengajar siswa dengan berbagai macam kecerdasan.

1. Kecerdasan Bahasa (Verbal)

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • bisa berfikir secara sistematis,
  • senang berdebat dan berargumentasi, membaca,, mendengar, menulis,
  • mampu mengeja dengan mudah
  • mengingat dengan detail dari sebuah hal
  • suka permainan kata misalnya teka teki silang dan lain-lain
  • percaya diri saat berbicara di muka publik.

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • meminta siswa bercerita, mengeja.
  • adakan forum debat dan diskusi.
  • bermain permainan ingatan tentang nama dan tempat.
  • membaca dan menulis cerita, menulis resensi buku atau membuat kliping
  • permainan teka-teki, atau yang permainan yang berhubungan dengan kosa kata
  • minta siswa mewawancarai seseorang mengenai suatu topik
  • minta siswa membuat pajangan kelas atau majalah kelas,

2. Kecerdasan tipe Matematis (Logis)

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • berpikir secara abstrak
  • menyukai kegiatan berhitung
  • bekerja dengan cermat dan menyukai ketepatan dalm melakukan sesuatu
  • memiliki catatan yang teratur
  • berfikir dengan logis
  • senang pelajaran komputer
  • pemecah masalah yang baik

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • perbanyak tugas yang melibatkan kemampuan memecahkan masalah
  • tugas akhir topik dilakukan dengan komputer
  • minta siswa mengkategorikan fakta dan informasi serta menemukan pola dan hubungan-hubunga
  • kenalkan pada siswa tahap -tahap dalam pengerjaan tugas.

3. Kecerdasan Visual (Spasial)

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • senang menggambar dan melukis
  • baik dalam membaca peta dan diagram
  • senang permainan puzzles atau jigsaw
  • berpikir sambil berimajinasi
  • mudah mengingat berdasar gambar

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • upayakan untuk menggunakan banyak gambar, peta pikiran, diagram, peta coretan dan simbol, saat belajar
  • integrasikan pembelajaran seni dan computer pada pelajaran lain
  • jadikan kelas anda semenarik mungkin dengan banyak pajangan

4. Kecerdasan Musikal (Ritmik)

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • sensitif terhadap nada, irama, kekuatan-emosi music, komposisi dan warna nada
  • relegius.

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • menggunakan alat music atau bernyanyi bersama
  • gunakan lagu sebagai alat bantu menjelaskan konsep yang sulit
  • membuat nada dering, lagu melalui telepon genggam atau kompter

5. Kecerdasan Kinestetis (tubuh)

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • siswa mempunyai kontrol tubuh, respon dan refleks yang baik
  • suka membuat prakarya atau pekerjaan tangan
  • tidak bisa diam

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • sedapat mungkin kegiatan pembelajaran banyak melibatkan anggota tubuh
  • gunakan gerakan atau ajak siswa memperagakan sesuatu sebagai alat bantu menjelaskan konsep yang sulit (dramatisasi)

6. Kecerdasan Interpersonal

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • pintar bernegosiasi, berhubungan, membaca pikiran dan maksud hati orang lain
  • suka berteman, dan melakukan kegiatan bersama
  • bisa menjadi mediator dalm perselisihan antar teman
  • dapat menyesuaikan dengan keadaan

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • melakukan kegiatan belajar berkelompok
  • waktu istirahat yang efektif dan fleksibel agar mereka bisa bersosialisasi
  • perbanyak kegiatan yang berhubungan dan berkomunikasi antar pribadi

7. Kecerdasan Intrapersonal

Ciri-ciri kecerdasan ini :

  • sudah punya motivasi diri, nilai diri, tujuan hidup,
  • sudah menyadari kemampuannya, kekuatan dan kelemahan sendiri

Kegiatan belajar dan penugasan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :

  • banyak melakukan diskusi yang mendalam dan tanya jawab
  • setiap selesai mengerjakan tugas minta siswa melakukan refleksi dalam hati. Siswa bisa menuliskan apa yang dialami dan rasakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Source:gurukreatif, gurukuansing

READ MORE - 8 Tanda Sekolah Siap Mengaplikasikan Kecerdasan Majemuk

Posisi Dasar Bermain Biola

Buat para pemain biola pemula yang bingung bagaimana tekhnik dasar bermain biola, saya akan membagikan tips dasar bermain biola yang baik dan benar. Pada awalnya saya akan membagikan tips posisi bermain biola. Sebelumnya saya akan memperkenalkan bagian-bagian dari biola tersebut. Seperti gambar dibawah ini :



Pertama-tama yang dibutuhkan untuk bermain biola adalah posisi yang baik dan benar.
Seperti dibawah ini :


♫ telapak tangan tidak menyentuh leher biola
♫ sikut tangan masuk ke arah dalam
♫ dagu menjepit penyangga dagu dengan kuat
♪ Posisi memegang bow biola


♫ jari jempol dimasukan kedalam ujung lubang bawah bow
♫ jari kelingking dimasukan pula dalam ujung lubang bawah bow
♫ ujung jari jempol dan kelingking harus saling bertemu

Diatas merupakan posisi dasar untuk bermain biola Source:musisiclass1

READ MORE - Posisi Dasar Bermain Biola

Seni Musik Kayat Budaya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

Kayat Asal katanya dari kata hikayat. Dimana Oleh orang kuansing pada saat itu hikayat ini ( kayat) di ceritakan dalam bentuk sebuah irama lagu yang khas.. Dan di iringi dengan pukulan gendang yang khas pula. Dulu yang sangat di kenal masyarakat sebagai pelantun kayat adalah " Jumat ". Tak satupun masyarakat pada zaman itu yang tidak menyukainya. Selain kecakapannya dalam menyusun kata kata, dia juga sangat piawai dalam memainkan gendang. Pada zaman itu kayat ini selalu mengisahkan tentang cerita perkembangan islam, cerita - cerita perjalanan nabi muhammad SAW dalam mengembangkan ajaran Islam.

Namun Seiring perkembangan zaman, kayatpun mulai bergeser dari sebelumnya. Yang semula kayat ini di iringi gendang saja, sekarang menjadi bertambah satu jenis alat musik lagi yaitu biola. Biola adala instrument pengiring syair kayat. Bisa anda bayangkan, Masyarakat awam yang tak pernah mengenal sekolah tentang musik bisa memainkan alat import seperti biola dengan cara meraka sendiri dan dengan tehnik mereka sendiri. Sungguh menciptakan karya yang unik dan sangat khas,

Dan Kayat yang semula adalah kisah atau cerita yang di lantunkan nyanyikan, Sekarang berubah menjadi bait - bait pantun yang bertanya dan menjawab. Tak jarang dalam pertunjukannya pantun sengaja di arahkan pada penonton, hingga terjadi interaksi antara penonton dan pekayat tersebut. hal ini akan menciptakan suasana yang gembira. Jika penasaran silahkan anda kunjungi kuantan singingi.

Namun sebuah kenyataan pahit dan sangat memprihatinkan dengan apa yang terjadi sekarang. Ber angsur - angsur kayat ini ditinggalkan oleh pewarisnya sendiri. Siapa mereka yang beruntung dapat warisan ini. Yah... tentu kita sebagai generasi baru. Mungkin di pengaruhi dengan kata - kata " GAUL " anak muda sekarang seakan enggan bahkan terkesan malu untuk masuk ke dunia tradisional. Mereka lebih memilih produk - produk luar. Ini sangat membahayakan kelansungan budaya kita. Mungkin jika generasi yang saat ini masih bisa memainkan kayat secara baik sudah tiada, maka hilang pulalah warisan turun temurun daerah ini. Tidak ada lagi milik kita yang bisa kita banggakan. Banggakan saja milik orang lain. Source: dularoy

READ MORE - Seni Musik Kayat Budaya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

AKUSI BAND JUARA I FESTIVAL BNK SING FREEDOM KUANTAN SINGINGI

BNK Banner[4]

Acara yang di adakan pada tanggal 11 april 2010 tersebut di selenggarakan BNKKS
setiap tahunnya.

Kali ini bekerjasama dengan Honesty crue.
20 Band yang Bertarung dan unjuk gigi di atas panggung terlihat semangat.
Dengan membawakan lagu ciptaan bertemakan tentang narkoba,yang
sebelumnya di seleksi dan menyisakan 20 band.

Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan BNKKS,kapolres Teluk Kuantan.
AKUSI berhasil meraih peringkat I ,,
Dengan hadiah uang tunai 2 juta + recording.

Akusi yang berasal dari Lubuk jambi ini menduduki Peringkat I,
PERSONIL :

_IWAT ( VOC )
_RIYON ( GUITARIS )
_TAUFIK ( DRUMMER )
_ADED ( BASSIS )

Itu membuktikan,AKUSI mampu bersaing dengan band_band lokal kuantan singingi.
SEMOGA INI AWAL YANG BAIK UNTUK AKUSI.

Terima Kasih Allah S.W.T ,Orang tua yang mendukung,kawan_kawan
Akusi,terima kasih banyak..!!! By: Akusi Band

READ MORE - AKUSI BAND JUARA I FESTIVAL BNK SING FREEDOM KUANTAN SINGINGI

Tanda KROMATIK Dalam Nada Musik

kromatik.gif ok

Sebagai contoh jarak nada C ke D yaitu 1 jadi di antara kedua nada tersebut ada nada C# atau Db, karena jarak C ke C# adalah 1/2 dan D ke Db juga 1/2

nada C# dan Db disebut nada enharmonis yaitu nada yang mempunyai nama berbeda akan tetapi bunyinya sama, adapun nada enharmonis yang lain yaitu

C# enharmonis Db

D# enharmonis Eb

F# enharmonis Gb

G# enharmonis Ab

A# enharmonis Bb

nada E dan B jarang diberi tanda # begitu juga F dan C tidak mempunyai tanda b akan tetapi diperbolehkan menyebut B#= C ,E# = F , Contohnya pada tangganada 7# Do=C# disana ada nada B# yaitu nada Si

READ MORE - Tanda KROMATIK Dalam Nada Musik

Melihat Kepribadian Dari Selera Musiknya

Melihat Kepribadian Dari Selera Musiknya

Satu hal yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang adalah jenis musik yang di dengarkannya. Pada saat dewasa kita bisa memilih jenis musik yang kita sukai, seperti Klassik,Rock,Blues,Metal,Jazz,Pop, Dangdut dan lain-lain. Kita akan merasakan nuansa kenikmatan saat menengar musik yang sesuai selera. Agar tenang kita mendengarkan Jazz, kita bisa mendengarkan metal atau Rock supaya bersemangat. Ataupun kalau ingin santai kita bisa mendengar lagu Blues atau Reggae. Semua tergantung selera kita, dan kita dapat mengetahui kepribaian kita masing-masing melalui jenis musik yang kita sukai. berikut kepribadian seseorang di lihat dari selera musiknya

KLASIK

classic

Bila seseorang pria menyukai music klasik, ketenangan merupakan bagian dari dirinya. Artinya ia selalu tenang dalam menghadapi situasi apapun. Hal itu disebabkan ia bisa mengendalikan emosi an memperhitungkan segala sesuatu secara matang sehingga tidak salah langkah dan menyesal.

POP

pop

Para pecinta musik pop umumnya menyukai kepraktisan. Ia terlihat selalu santai tapi bukan pemalas. Ia pandai membagi waktu. Dalam pergaulan, ia pandai menyenagkan hati orang lain. Bagi para cowok, kepandaiannya dalam hal yang satu ini banyak membuat para cewek bersimpati padanya.

JAZZ

jazz

Ciri khas pecinta musik ini adalah romantis dan prefeksionis. Bila mengerjakan sesuatu ia tak pernah setengah-setengah, karena selalu ingin mencapai hasil yang terbaik.

COUNTRY

country

Para penyuka musik country pada umumnya orang tersebut mempunyai jiwa petualang, menyukai kebebasan dalam arti positif. Biasanya dalam berpacaran pria penggemar country lebih memilih cewek yang pengertian dan sehobi dengannya.

ROCK

rock

Para pria penggemar musik ini umumnya keras kepala dan egonya besar sekali. Walau begitu, rasa solidaritas terhadap sesamanya sangat besar sekali. Selain itu ia tergolong ambisius dan ingin di anggap nomor satu. Jika menyukai wanita, ia akan berusaha keras sampai ia berhasil mendapatkannya.

DISCO

disko

Pria pecinta Disco bisa ditebak, sifatnya periang dan humoris sehingga orang lain senang mengobrol dengannya. Sayangnya ia suka hura-hura dan mata keranjang. Namun ada hal lain yang membuat orang suka kepadanya, yakni kreatifitas tinggi sehingga sering menghasilkan ide-ide yang cemerlang.Source:blogsuryo

READ MORE - Melihat Kepribadian Dari Selera Musiknya

Pagelaran Seni Musik di Taman Budaya Riau: International World Music Festival 2010 Riau Hitam-Putih

8th Riau Hitam – Putih International World Music Festival 2010

Dengan Bertema Music Camp For The Young Generation yang diterbitkan oleh Malay Music Institute (MMI) dengan pelaksanaan 8th Riau Hitam–Putih International World Music Festival (8th RH-PI WMF) di Tahun 2010.

Pegelaran Musik yang diikuti dari dalam negeri dan luar negeri ini, melibatkan anak-anak Sekolah Dasar (SD), Remaja (SLTP) yang berada di Kota Madya Pekanbaru. Dan hanya mengundang beberapa grup sekitar 6 grup dari dalam dan luar negeri.

Karena keterbatasan anggaran, namun acara yang sudah berjalan beberapa tahun ini tetap berlanjut dan semangat membumikan budaya melayu di kancah Nasional dan Internasional.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Tanggal 22, 23, 24 Juli 2010 bertempat di Taman Budaya Riau.

Kepada Penikmat Seni Musik Budaya Melayu dimanapun berada, ayo saksikan pagelaran seni musik dari Dalam Negri dan Luar Negeri sebagai pelepas rasa lelah dan rindu kepada kampung halamannya dan menambah wawasan dibidang seni musik. Salam Musik Melayu Indonesia.

READ MORE - Pagelaran Seni Musik di Taman Budaya Riau: International World Music Festival 2010 Riau Hitam-Putih

Mara Manajemen Menggarap Lagu dan Album Kompilasi Lagu PON ke-18 Di Riau

Berdasarkan sumber riaupos.com. Para musisi Riau berniat untuk ikut partisipasi pada helat Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 di Riau dengan membuat album kompilasi lagu tentang pesta olahraga nasional itu.

Adapun lagu-lagu tersebut diciptakan grup band di bawah manajemen Mara Studio. Masing-masing grup tersebut, Atan Lasak, Matrock (Lebam), The Mara, The Honey, dan Sagu Band. ‘’Album kompilasi ini sudah mulai digarap dan berisi delapan lagu,” kata Menejer Eksekutif Mara, Taufik Hidayat.

Secara terpisah, Atan Lasak menyebutkan, dia mendapat jatah membuat dua lagu dalam kompilasi itu. Satu lagu di antaranya sudah sudah 95 persen selesai. Lagu berjudul Lagu PON Riau (Mari Berkumpul) itu rencananya akan didendangkan Gubenur Riau, HM Rusli Zainal. ‘’Pak Gubenur sudah dikasih master lagu PON saya itu, sekarang masih menunggu waktu senggang dia untuk memberi masukan pada lirik dan musik lagu tersebut,’’ ungkap Atan Lasak.

Atan Lasak juga menyebutkan, Lagu PON Riau itu sudah diperdengar ke sejumlah pihak untuk mencari masukan. ‘’Alhamdulillah, pada umumnya pihak-pihak mengerti tentang musik dan olahraga menyambut positif. Karena lagu tersebut mewakili semua unsur musik yang ada di Riau,’’ kata Atan Lasak.

Sementara itu, Gani Sagu menyebutkan, jika tidak ada halangan dalam minggu ini grup bandnya mulai masuk studio menggarap dua lagu PON yang diminta Mara Studio. Sementara grup band lainnya, sudah siap dengan konsep masing-masing. Hanya saja karena kesibukan mereka belum sempat untuk merekam lagu yang sudah untuk disajikan itu.

Mengenai biaya dan kapan album tersebut diluncurkan, Taufik Hidayat menjawab, sesuai rencana album lagu-lagu PON ini sudah rampung dikerjakan pada akhir tahun ini. Artinya, promosinya nanti ada waktu satu tahun.

‘’Mengenai biaya, jelas besar harapan kami didukung Pemprov Riau, namun jika nantinya pemerintah menilai banyak keperluan untuk anggaran lain pun tak masalah. Bagi kami berbuat untuk menunjukan bahwa musisi Riau mampu dan ikut berpatisipasi dalam PON itu lebih penting,’’ ungkap Taufik.

Taufik juga berharap, salah satu lagu dalam kompilasi ini nantinya bisa menjadi pembukaan PON. Sebab, dia menilai lagu-lagu yang diciptakan musisi muda Riau ini tak kalah hebatnya dengan musisi lainnya. Hanya saja, sebuah kesempatan itu yang belum. ‘’Nah, sekarang kami merebut kesempatan itu dari Riau tanah kelahiran kami,’’ ungkap Taufik.

READ MORE - Mara Manajemen Menggarap Lagu dan Album Kompilasi Lagu PON ke-18 Di Riau

Bunyi (Sound) Dalam Musik

Hampir setiap saat terdengar bunyi di sekitar kita. Ada yang begitu kuat menggelegar, tapi juga ada lambut, bahkan hamper tak terdengar sekalipun. Dalam musik, bunyi hal yang sangat penting.
Di dalam ilmu pengetahuan kita mengetahui bahwa bunyi berasal dari sumber bunyi yang digetarkan oleh tanaga atau energy. Kemudian, getaran tersebut dipancarkan keluarkan oleh pengantar. Dan ketika bunyi ini sampai ke telinga kita, barulah kita dapat menengar bunyi tersebut.

Keterangan :
Sumber Bunyi
Sumber bunyi itu bermacam-macam. Ada yang berupa benda padat, seperti logam pada lonceng, atau kulit pada rebana. Ada yang berupa udara, seperti pada bunyi seruling atau trompet. Dengan demikian, berbagai bahan sebenarnya dapat menjadi sumber bunyi.
Disamping perbedaan bahannya, sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. Bunyi dari sepotong kayu yang besartentu berbeda dengan kayu yang kecil, walaupun bahannya dari kayu yang sama. Demikian pula walaupun bahan dan besarnya sama, bila bentuknya berbeda, bunyinya pun berbeda.

Sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan, bentuk, dan ukuran.
Tenaga
Sebuah sumber bunyi akan bergetar, bila ada tenaga atau energy yang menggetarkannya. Tenaga ini dapat berupa: tenaga uap, tenaga angin, tenaga air, tenaga listrik, tenaga uap, dan lain-lain.
Dari macam-macam tenaga tersebut dan beberapa kesamaan sifat yang menarik, yaitu bahwa tenaga itu:
Dapat ditambah atau dikurangi
Dapat disimpan
Dapat dialinkan
Dapat digabungkan.
Contohnya:
Bila seorang pemain biola memainkan biolanya, perhatikan, apakah tenaga pemain tersebut langsung menyentuh sumber bunyinya? Bandingkan, misalnya dengan pemain gitar.
Kemudian bila weker tiba-tiba bordering membangunkan tidur kita. Tenaga siapakah yang menggerakkan sumber bunyinya? Bukankah weker tak mau berbunyi sendiri?
Demikianlah, peranan tenaga dalam pengadaan bunyi perlu pula kita perhatikan. Walaupun, kadang-kadang tidak mudah menetapkannya. Pengantar
Getaran dari sumber bunyi akan sampai ke telinga kita, hanya bila ada yang mengantarkannya. Dalam kehidupan sehati-hari kita, udara adalah pengantar yang paling banyak kita gunakan. Karena udara selalu tersedia di sekitar kita, dan selalu juga siap mengantarkan bunyi kepada kita.
Namun sebenarnya, udara adalah penganta bunyi yang lamban, walaupun bukan berarti tidak baik. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik. Bandingan dengan pengantar yang lain, seperti :
Gabus : 500 m/detik
Timah : 1190 m/detik
Air : 1440m/detik
Besi : 5120 m/detik
Angka-angka tersebut dapat lah berubah oleh perubahan suhu. Namun perubahan ini kecil sekali, bahkan kurang begitu berarti.
Kemudian, adanya bermacam-macam kemampuan merambat bunyi tersebut patut kita terima sebagai suatu hikmah. Maksudnya, karena di dalam kehidupan kita ada hal-hal yang memerlukan pengantar cepat, namun ada juga yang sebaliknya. Kita ingat misalnya, perlu zat peredam bunyi dalam kehidupan kita, yang hal ini memerlukan kecepatan merambat sekecil-kecilnya.

Frekuensi
Tinggi rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat lambatnya getaran dari sumer bunyi. Biasanya dihitung dari banyaknya getaran per detiknya. Semakin banyak getaran detiknya, semakin tinggi bunyinya. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut frekuensi.
Dalam pengukuran frekuensi biasanya dihitung dengan satuan cps (cycles per second) yang berarti getaran per detik. Disamping itu, khususnya dalam teknik radio, dipakai pula satuan Hz (Hertz) dengan pengertian yang sama. Ini diambil dari nama Heinrich Hertz (1857-1894), ahli pengetahuan bangsa Jerman.
Demikianlah, maka : 440 cps = 440 Hz = 440 getar/detik. Selanjutnya dalam kaitan dengan frekuensi ini baiklah diketahui bahwa tidak semua bunyi dapat kita dengar, walaupun ada pengantarnya. Ini disebabkan daya dengar kita, meskipun batas tersebut berbeda-beda pula di antara sesama kita.
Secara umum, daya dengar manusia antara 16 Hz sampai 16.000 Hz. Memang banyak yang melebihi batas tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang daya tertingginya hanya mencapai 5.000 Hz. Sebagian besar khusus karena pengaruh umurnya.
Pernah terjadi, seorang ibu yang penganyi terkenal, dalam tes pendengaran ternyata daya dengarnya tidak lebih dari 12.000 Hz. Sedangkan anak perempuannya yang baru belasan tahun dan bukan penyanyi ataupun pemain musik, masih mampu mendengar pada ketinggian 20.000 Hz. ‘Ibu tak perlu gusar. Ini disebabkan usia ibu yang sudah lanjut. Jadi bukan soal musikalitas’ kata petugas labolatorium.
Tentang daya dengar ini, khususnya bagi penyanyi atau pun pemain musik, perlu kita bedakan dengan kemampuannya dalam mendengarkan bunyi, yang justru jauh lebih terbatas.
Sebagai perbandingan, coba perhatikan :
Getaran bilah terendah sebuah piano kurang lebih 27 Hz, sedangkan bilah tertingginya kurang lebih 4100 Hz. Kemudian, bila seorang anak menyanyi, frekuensi suaranya hanyalah antara 200 Hz sampai 600 Hz. Sebab, nada tertinggi Indonesia Raya, bila tepat terjangkau, hanya berfrekuensi 660 Hz. Nah, bagaimana sekarang. Bukankah cukup jelas perbedaan antara kemampuan kita dalam mendengarkan bunyi dengan kemampuan kita dalam memperdengarkan bunyi.

Kekuatan Bunyi
Bunyi yang kuat berbeda dengan bunyi yang tinggi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi, tetapi oleh hal-hal lain, khususnya : amplitudo, resonansi, dan jarak.
Amplitudo ialah lebar getaran atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Semakin lebar getarannya, semakin kuat pula bunyinya.
Perhatikan bila kita memetik senar gitar. Lebar getaran senar akan sejajar dengan kekuatan bunyi. Bila kita petik sehingga getaran senar lebih melebar, maka bunyinya pun akan lebih kuat lagi. Walaupun kalau terlalu lebar akan putus.
Selanjutnya tentang pernan resonansi. Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran sumber bunyi. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber bunyi.
Untuk itu kita kembali mengamati kembali gitar kita. Walaupun sumber bunyinya pada senar, namun kekuatan bunyinya lebih kuat dari kotak kayunya. Sebab, udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi, yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak pula kotak resonator.
Namun, kehadiran kotak resonator hanya diperlukan oleh gitar akustik. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik, sehingga badan kayunya tidak lagi berperan sebagai resonator.

Kemudian mengenai jarak dimaksudkan bahwa kekuatan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. Semakin dekat akan semakin kuat dan semakin jauh tentu berkurang pula kekuatannya. Jadi, walaupun kita menyanyi sekuat-kuatnya belum tentu kawan kita di RT lain akan mendengarkannya.
Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat diukur. Untuk ini biasanya digunakan satua desibel yang disingkat db.
Terhadap bunyi normal di sekitar kita dipergunakan angka penunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai bandingan : bunyi biola sekembut-lembutnya, yang setara dengan siulan kita kurang lebih 20 db. Sedangkan bagian terkuat dari permainan orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db.
Pada kontes teriak akhir tahun 1985 yang diselenggarakan di Tokyo, kekuatan teriak juara pertamanya : untuk wanita = 109,3 desibel, dan untuk pria = 117,7 desibel. Pengukuran dilakukan pada jarak sekitar tiga meter dari peserta kontes.

Timbre
Timbre ialah warna bunyi, berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi, setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar.
Perbedaan timbre ini akan member kesan khas dari bunyi setiap benda. Denting sendok yang jatuh ke lantai, dering bel tamu di rumah, desau angin di dahan, dentuman meriam di lapangan, semuanya memiliki warna atau timbrenya sendiri.
Sebagai suatu kesan timbre baru kita kenal, bila kita pernah mendengar bunyinya, baik langsung maupun tak langsung. Alat musik klarinet kita kenal timbrenya, bila kita pernah mendengar bunyinya, baik saat dimainkan ataupun melalui rekamannya.
Mengapa warna bunyibenda itu berbeda-beda? Ini disebabkan oleh berbagai hal. Diantarnya ialah :
Dari sumber bunyi. Telah kita singgung bahwa sumber bunyi akan berbeda bunyinya bila berbeda bahan, bentuk, dan ukurannya. Ini yang terutama membedakan warna bunyi setiap benda.
Dari resonansi. Sebagai pengikut getar maka peranannya dalam mewarnai bunyi juga sejalan dengan sumber bunyi. Perbedaan bahan, bentuk, dan ukuran resonator ikut pula membedakan warna bunyi.
Dari pengantar. Perbedaan zat pengantar sedikit banyak juga berperan terhadap warna bunyi. Sehingga suara seseorang pada mikrofon atau telepon seringkali berbeda dengan suaranya sehari-hari.
Disamping itu, khususnya pada alat music, cara memainkan alat pun dapat juga membedakan warna bunyi. Lihat misalnya pada permainan gendang, yang dapat diperoleh berbagai variasi warna bunyi oleh kebermacaman teknik meminkannya.Source:arul.cahbag.us

READ MORE - Bunyi (Sound) Dalam Musik

Daftar Seni Musik Lagu Daerah Di Indonesia

Notasi Musik

Beragam Seni Musik Budaya Dan Daerah di Indonesia yang perlu diketahui agar tidak terjadi pengklaiman dan pengakuan yang telah dilakukan negara tetangga beberapa waktu yang lalu.

Cintai Seni Musik Budaya dan Daerah di Indonesia!!! Siapa Lagi kalau bukan Diri Kita Sebagai Masyarakat Indonesia.

Daftar Seni Musik Lagu Daerah Di Indonesia

Seni Musik Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau
Seni Musik Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Seni Musik Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Seni Musik Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Seni Musik Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Seni Musik Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Seni Musik Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni Musik Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Seni Musik Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni Musik Lagu Tondok Khttp://organisasi.orgadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah
Seni Musik Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Seni Musik Lagu Anak Kambing Saya berasal dari daerah / provinsi NTT
Seni Musik Lagu Angin Mamiri berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Seni Musik Lagu Anju Ahu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Apuse berasal dari daerah / provinsi Papua
Seni Musik Lagu Ayam Den Lapeh berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Barek Solok berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Batanghari berasal dari daerah / provinsi Jambi
Seni Musik Lagu Bolelebo berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat
Seni Musik Lagu Bubuy Bulan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni Musik Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NAD
Seni Musik Lagu Burung Tantina berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu Butet berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Cik-Cik Periuk berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat
Seni Musik Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni Musik Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Dek Sangke berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Seni Musik Lagu Desaku berasal dari daerah / provinsi NTT
Seni Musik Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Seni Musik Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Seni Musik Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Seni Musik Lagu Goro-Gorone berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu Gundul Pacul berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Seni Musik Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni Musik Lagu Fluhatee berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu llir-llir berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Seni Musik Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur
Seni Musik Lagu Injit-Injit Semut berasal dari daerah / provinsi Jambi
Seni Musik Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Seni Musik Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Seni Musik Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Seni Musik Lagu Kalayar berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah
Seni Musik Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Ka Parak Tingga berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Keraban Sape berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Seni Musik Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Seni Musik Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Seni Musik Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu
Seni Musik Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD
Seni Musik Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung
Seni Musik Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali
Seni Musik Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Malam Baiko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni Musik Lagu Mande-Mande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni Musik Lagu Manuk Dadali berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni Musik Lagu Ma Rencong berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Seni Musik Lagu Mejangeran berasal dari daerah / provinsi Baii
Seni Musik Lagu Meriam Tomong berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni Musik Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali
Seni MusikLagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni Musik Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni MusikLagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali
Seni MusikLagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Seni MusikLagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Seni MusikLagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni MusikLagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni MusikLagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni MusikLagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni MusikLagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB
Seni MusikLagu Pakarena berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Seni MusikLagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Seni MusikLagu Panon Hideung berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni MusikLagu Paris Barantai berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Seni MusikLagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara
Seni MusikLagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Seni MusikLagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi
Seni MusikLagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Seni MusikLagu Potong Bebek berasal dari daerah / provinsi NTT
Seni MusikLagu Putri Ayu berasal dari daerah / provinsi Bali
Seni MusikLagu Rambadia berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni MusikLagu Rang Talu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Seni MusikLagu Rasa Sayang-Sayange berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni MusikLagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali
Seni MusikLagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Seni MusikLagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Seni MusikLagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi
Seni MusikLagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni MusikLagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh
Seni MusikLagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara
Seni MusikLagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Seni MusikLagu Sinom berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Seni MusikLagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Seni MusikLagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara

Semoga Bermanfaat!!!

READ MORE - Daftar Seni Musik Lagu Daerah Di Indonesia

Musik Barok 1600-1760

JS-Bach

Johan Sebastian Bach Tokoh Komposer Musik Barok

Jika ada satu era dalam peradaban barat dimana detail, ornament, serta virtuositas adalah gagasan utamanya; maka era tersebut tidak diragukan lagi adalah era Baroque. Dengan rentang waktu sekitar satu setengah abad, dari tahun 1600 – 1760, daya cipta manusia seolah dipacu hingga batas tertingginya dalam menghasilkan karya – karya yang brilian.

Barok, secara etimologis, berarti “berlian dengan bentuk yang tidak biasa”. Istilah yang dilabelkan pada era ini diperkenalkan pada tahun 1919 oleh Curt Sachs, seorang musikologis berkebangsaan Jerman. Penggunaan istilah ini mengacu kepada keadaan sosiokultural pada masa itu. Setelah era pencerahan Renaissance, eksplorasi kebudayaan seolah terus mencari bentuk kesempurnaannya, hingga melahirkan karakteristik yang bizarre dalam segala bidang kebudayaannya.

Detail yang luar biasa, ornamen – ornamen penghias, emosi yang menggelora, serta tuntutan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan karya menjadi ciri utama era ini. Hal ini dapat kita lihat langsung dari lukisan – lukisan, karya arsitektur, pakaian – pakaian, seni patung, hingga – tidak terkecuali - musik. Kecintaan akan kekayaan nada, keindahan, serta emosi; bercampur dengan logika serta hitungan matematis menghasilkan sebuah musik dengan kompleksitas tinggi dan tuntutan kapabilitas seorang virtuoso.

Batu Rosetta Musik Barat

Ada dua hal yang menyebabkan masa ini menjadi sangat penting dalam sejarah musik barat: pertama, pada masa ini lahir para komposer – komposer jenius yang menghasilkan sebagian karya – karya musik yang luar biasa; kedua, inilah masa dimana teknik serta teori musik lahir dan menjadi dasar musik barat seterusnya. Teori tentang musik sebenarnya sudah lahir sejak zaman Renaissance. Namun, di era Barok inilah terjadi proses pembakuan tentang teori yang ada.

Elemen penting pembentuk music Barok adalah Polyphony dan Counterpoint. Kedua unsure tersebut sudah dikenal sejak zaman Renaissance dalam bentuk yang sangat sederhana. Polyphony adalah sebuah tekstur dimana terdapat dua suara atau lebih yang bersifat independen. Ini dapat dibayangkan seperti mendengar sebuah paduan suara. Terdapat beberapa line suara yang berbeda, yang masing – masing dapat dinyanyikan masing – masing. Namun, tetap membentuk sebuah paduan yang harmonis pada saat digabungkan.

Bentuk evolusi dari Polyphony ini adalah Counterpoint. Counterpoint berasal dari kata latin: contra (lawan) dan punctus (nada). Sebuah punctus contra punctus: “nada melawan nada”. Jadi, Counterpoint adalah hubungan antara dua suara atau lebih yang independen dalam hal kontur dan ritmik, namun saling bergantung dalam aturan harmoni. Kembali bayangkan tentang sebuah paduan suara. Tetapi kali ini, masing – masing line suara memiliki ritmiknya masing – masing. Sehingga apabila dinyanyian satu per satu seolah – olah merupakan terdiri dari beberapa lagu yang berbeda. Dan sekali lagi, saat digabungkan, tetap membentuk keutuhan yang harmonis.

Akibat utama dari kehadiran counterpoint adalah kekayaan melodi serta kompleksivitas struktur musiknya. Agar benar – benar dapat merepresentasikan sebuah karya barok dengan baik, setiap pemain instrumen maupun seorang penyanyi sangat dituntut virtuositasnya. Tuntutan ini mendorong lahirnya teknik – teknik baru, para virtuoso, serta kelahiran kaum prodigy di bidang musik. Musik vokal kalah popularitasnya dibandingkan dengan musik instrumental. Hal ini disebabkan batas suara manusia yang tidak lebih kaya dalam menghasilkan melodi dibandingkan instrumen musik menurut ukuran zaman itu.

Pada masa ini juga, berkembang sebuah doktrin yang dikenal dengan Doctrine of the Affection. Doktrin inilah yang digunakan dalam estetika musikal saat itu. Isinya menyatakan bahwa hanya boleh terdapat sebuah kesatuan dan kerasionalitasan afeksi dalam sebuah karya atau sebuah movement musik. Apabila lebih, maka yang akan timbul adalah kebingungan dan kekacauan. Definisi afeksi disini, mengacu pada Lorenzo Giacomini dalam Orationi e Discorsi (1597), adalah sebuah pergerakan atau operasi spiritual yang diakibatkan oleh ketertarikan atau penolakan terhadap sebuah objek yang telah diidentifikasi, sebagai akibat ketidakseimbangan nafsu hewani dan gas alami yang mengalir secara terus menerus di badan manusia. Kata – kata nafsu hewani dan gas alami, tentu saja, adalah satu bentuk hipotesis terhadap sumber perasaan manusia yang sudah tidak relevan lagi.

Berhubungan dengan penggunaan doktrin ini, maka musik barok umumnya hanya memiliki satu jenis afeksi (emosi) dalam satu buah movement atau sebuah lagu (apabila hanya terdapat satu movement saja). Hal ini mendorong timbulnya gaya bermain yang lebih ekspresif dibandingkan era Renaissance. Sehingga, dikenal apa yang disebut notes inégales : memainkan not tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya. Hal ini untuk menciptakan sebuah delay, berimplikasi dengan timbulnya tension dan aksen yang ekspresif. Salah satunya adalah cara bermain saat akan mengakhiri suatu lagu atau frase, yang cenderung ditahan sebelum nada terakhir.

Ornamen – ornamen, tumbuh dan menghias setiap sudut kehidupan masyarakat. Begitu pula dalam musik, mulai timbul ornamen – ornamen tambahan yang membuat kesan ‘centil’. Yang dimaksud dengan ornamen musik yaitu penggunaan nada yang tidak terlalu berpengaruh terhadap keseluruhan melodi atau harmoni, umumnya dimainkan cepat, dengan tujuan untuk menghias bagian atau keseluruhan lagu. Ornamen – ornamen musikal ini memiliki beberapa bentuk. Yang umum kita kenal hingga kini yaitu trill dan mordent.

Genre – genre musik yang ada, menjadi cetak biru perkembangan masa – masa selanjutnya. Di masa inilah opera, sebuah drama musical, diperkenalkan. Oratorio, opera religius, diperkenalkan sebagai tandingan opera sekuler. Bentuk – bentuk lain yang umum digunakan pada masa ini yaitu cantata, toccata, fugue, sonata, dance suite, concerto, dan French ouverture. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Cantata, merupakan komposisi antara vocal dan instrumen. Umumnya bentuk ini bertema religi. Sebagai lawannya, Sonata, adalah music instrumental. Bentuk sonata ini, mengalahkan popularitas musik vokal.

Fugue bisa diartikan sebagai sebuah teknik komposisi maupun sebuah komposisi kontrapungtal untuk sejumlah suara yang telah ditetapkan. Suara disini dapat berupa suara instrument atau vokal

Tocatta, adalah komposisi untuk music keyboard. Biasanya sangat menonjolkan teknik bermain para performernya.

Dance Suite, suatu bentuk kesatuan musical yang umumnya dipentaskan dengan sekali duduk, pada perkembangannya lebih dikenal dengan suite saja. Dance suite merupakan satu set tarian yang populer di abad 17. Biasanya terdiri dari Prelude, Allemande, Courante, Sarabande, dan Gigue; masing – masing mewakili jenis tarian dengan birama tertentu.

Concerto mengacu pada sebuah pertunjukan instrument solo dengan iringan sebuah orchestra. Berkembang dengan beberapa gaya dibawahnya, seperti concerto grosso, sebuah concerto kecil yang terdiri atas para solois.

Alur Sejarah Kultur Raksasa

Periodisasi music Barok terbagi dalam tiga bagian: awal, pertengahan, dan akhir. Masing – masing memiliki sumbangannya tersendiri dalam perkembangan keilmuan dan khasanah musik barat. Kejadian – kejadian historis sosiokultural turut membentuk karakter music pada era Barok ini.

Masa Barok awal terbentang dari tahun 1600 – 1654. Ditandai dengan pencetusan suatu bentuk disiplin ilmu musik baru oleh Claudio Monteverdi, dikenal dengan istilah seconda practica. Ilmu musik ini, yang penerapannya hanya untuk murid dan relasi Monteverdi pada awalnya, mencakup evolusi polyphony music renaissance dan suatu bentuk disiplin tonality sederhana. Seconda practica merupakan dasar dari ilmu harmoni, tonality, dan menjadi cikal bakal lahirnya musik homophony disamping counterpoint. Penerapan seconda practica digunakan seutuhnya dalam karya music opera Orfeo karya Monteverdi ini. Kemunculan opera Orfeo, kemudian merangsang berkembangnya genre opera dan mengangkat popularitasnya di dataran Eropa. Disiplin ilmu Monteverdi, diteruskan serta dikembangkan oleh muridnya, Heinrich Schütz.

Musik, seiring dengan jenis kesenian lainnya, tumbuh mekar dengan tidak terkendali dan luar biasa pesat. Hal ini merupakan efek dari euforia masyarakat yang tumbuh sejak masa pencerahan renaissance. Namun, disamping itu, efek reformasi gereja memiliki dampak yang signifikan dalam memacu pertumbuhan tersebut.

Sejak dipelopori oleh Marthin Luther satu abad sebelumnya, reformasi protestan ini menyebabkan jurang antar pemeluk agama Kristen. Di satu sisi, Katolik dengan segala kekuasaannya menjadi pilihan kaum bangsawan dan di sisi yang lain Protestan bagi rakyat biasa. Timbul persaingan antara kedua kubu ini dalam mencari umat, sehingga seni dan budaya pun dijadikan suatu sarana komersil bagi aliran religi ini. Persaingan ini, mendorong para seniman dari masing – masing kepercayaan untuk terus berlomba – lomba menghasilkan karya yang dilirik oleh massa. Sebagai lawan dari reformasi Protestan, timbul gerakan revival of Catholism. Di bidang music, gerakan ini dipelopori oleh Giovanni Gabrielli.

Masa pertengahan Barok dicirikan oleh berkembangnya genre – genre music ke dalam bentuk – bentuk yang lebih baku beserta aturannya. Tahun 1654 – 1707, dikenal sebagai age of absolutism. Hal ini dikarenakan, pada masa ini kerajaan – kerajaan semakin mempertebal keabsolutannya, membentuk sebuah monarki yang menjurus tirani. Personifikasi yang tepat adalah Louis XIV dari Perancis. Sentralisasi kekuatan kerajaan, menyebabkan timbulnya budaya court, yaitu menjadikan istana sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal. Hal ini mendorong terbentuknya court musician, atau musisi istana, yang menjadi wadah sekaligus lahan potensial bagi para musisi maupun komposer diseluruh Eropa. Sebuah pekerjaan terhormat, bersifat lebih permanen, dengan penghasilan baik dan terjaga alirannya. Sesuatu yang sangat menggiurkan bagi musisi manapun di dunia. Selain itu, berkembangnya gereja dan instansi pemerintahan lain menyebabkan timbulnya kebutuhan akan sebuah music public yang terorganisir.

Di masa ini, musik – musik instrumental meraih pamor di kalangan masyarakat, terutama kaum bangsawan. Kelahiran jenis – jenis instrumental untuk chamber music serta keyboard menunjukkan betapa besar tuntutan akan kekayaan harmoni instrumental. Teori – teori permusikan, lebih terstruktur dan menjadi suatu acuan yang formal serta baku. Seluruh karya music pada masa ini, mengacu kepada satu jenis teori serta struktur yang sama. Dieterich Buxtehide adalah salah seorang penggagas mengenai struktur musik.

String adalah kekuatan utama music pada era ini. Ia merupakan kebutuhan primer genre – genre utama bahkan hingga sekarang. Hal ini dipelopori oleh Jean – Baptiste Lully. Bentuk Concerto Grosso mulai dipopulerkan, terutama oleh Arcangelo Corelli. Concerto Grosso, merupakan sebuah reduksi orkestra, yang biasanya terdiri dari sekelompok solois. Dan lagi – lagi, string tetap merupakan komponen utamanya.

Penghargaan tertinggi di masa ini, jatuh pada seorang komposer bernama Henry Purcell. Dengan usia yang sangat pendek, 36 tahun, ia menghasilkan sekitar 800 karya musikal. Ia adalah seorang komposer yang terkenal mampu menghasilkan melodi – melodi indah. Selain itu, Purcell dikenal sebagai komposer pertama yang menggubah musik – musik untuk instrumen keyboard.

Masa keemasan Barok, berada di akhir rentang hidupnya, pada tahun 1680 – 1750. Di masa ini, bentuk – bentuk musical seperti binary (AABB), 3 parts (ABC), serta bentuk rondo menjadi struktur formal hingga saat ini. Ilmu mengenai tonality, menjadi teori baku musik barat, digagas oleh Rameau. Yang menjadi tonggak sejarah masa ini adalah, kelahiran para komposer – komposer luar biasa yang memiliki karya – karya yang sangat menakjubkan.

Diantara nama – nama para komposer dari era ini, Antonio Vivaldi adalah salah satu komposer dengan karya abadi yang tetap populer hingga sekarang. Sebagian besar orang tentu kenal dengan nada – nada dari Four Seasons. Vivaldi adalah seorang maestro di violino di sebuah panti asuhan di Venice. Karya – karyanya selalu menggunakan atuiran 3 movement, yang terdiri dari dari bentuk cepat – lambat – cepat. Dalam kancah music untuk keyboard, Alessandro Scarlatti dengan sonata – sonata Harpsichordnya menjadi trademark tersendiri. Komposer kelahiran Spanyol ini mmenghasilkan ratusan karya untuk keyboard dan memiliki ciri Spanish – nya dalam karya – karyanya.

Tidak akan lengkap membicarakan music Barok, jika tidak menyinggung tentang dua raksasa Barok ini: Johan Sebastian Bach dan George Friderich Handel. Keduanya adalah maestro yang mampu menghasilkan beratus – ratus karya dengan kekayaan nada yang melimpah. Keduanya, sayangnya, tidak pernah bertemu satu kalipun walau saling mengetahui. Handel dikenal sebagai ahli melodi serta improvisasi. Kebanyakan karyanya memiliki emphasis pada dua hal tersebut. Handel terkenal oleh oratorionya yang berjudul Messia. Sementara Bach, adalah seorang jenius counterpoint sejati. Karya – karyanya merupakan perpustakaan tentang ilmu counterpoint serta berbagai bentuk, jenis, dan kombinasinya. Bradenburg Concertos, merupakan salah satu karya gemilangnya.

Tertidurnya Para Raksasa, Menyongsong Era Klasik

Raksasa sekalipun, tetap mematuhi aturan alam mengenai kelahiran dan kematian. Musik Barok pada akhirnya perlahan – lahan tenggelam dan mengalami suatu bentuk simplifikasi di era selanjutnya. Era klasik adalah masa dimana hal – hal yang dianggap berlebihan atau tidak manusiawi mengalami pemangkasan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan penggunaan counterpoint serta ornamentasi. Selain itu, jenis music mulai mengarah kepada bentuk homophonic, dibandingkan polyphonic. Doctrine of Affection pun dilawan, karena dianggap terlalu mekanistik serta tidak alami. Demikian pada akhirnya, raksasa yang kokoh itu mulai tertidur kembali selama beberapa ratus tahun, hingga kembali di apresiasi di masa selanjutnya.

READ MORE - Musik Barok 1600-1760

Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar

Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar  Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar2

Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar  Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar

Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar

Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar ok

Klik Gambar untuk memperbesar

Keterangan Gambar Dari Atas Ke Bawah:

- Penampilan Kreatifitas Seni Musik Grup Band G-Nuse Part II

- Berpose sebelum penampilan di JM Studio Teluk Kuantan Kuansing

- Penyerahan Piala Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar

- Berpose Bersama Dengan H. Zulhefis S.Pd (Kepala SMA Pintar Kuansing, Ronaldo Rozalino S.Sn (Pembina dan Pelatih Band SMA Pintar), Personil: Aisyah Mayang Wulan (Vokalis 1), Nefi Fitriana (Vokalis 2), Nolly Okta Pramika (Vokalis Rapper), Anteng Isnanto (Gitasi 1), Darwan Suganda (Gitaris 2), Al Fajri (Basis), Eka Ardila Pandi (Drummer)

Teluk Kuantan, Sabtu dan Minggu ,09-10 Januari 2010. Sekolah Teknologi Tinggi Unggulan Swarnadwipa memberikan ruang kreatifitas bagi kawula muda seperti seni musik, Pemilihan Putra Putri Swarnadwipa, dan Bazar. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini dilaksanakan di lapangan SMKN 1 Teluk Kuantan.

Acara yang di Taja STT Swarnadwipa bertema Festival Musik Band Fight For Indenpendence of creativity yang di ketuai Andre salah satu mahasiswa STT Swarna Dwipa, mengungkapkan kegiatan ini di ikuti 20 Grup band yang diwakili dan berdomisili Sumatra Barat, Pekan Baru, Peranap, Kuansing. Ujar Andre.

Dimulai sekitar jam 10.30 Sabtu pagi, dengan sounds Oki Musik berkekuatan 10.000 Watt menghentak dan cukup menggelegar yang dikeluarkan. Walaupun sound enginer, Heru salah satu siswa SMAN 1 Teluk Kuantan yang berbakat mengoperasikannya dalam tahap pembelajaran Sound Enginer, namun menurut beberapa grup band yang hadir cukup puas, Ungkap Ronaldo Rozalino S.Sn salah satu pembimbing dan Pelatih grup band musik di SMA Pintar Kuansing.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, di ikuti 20 grup band yang berada di dalam dan luar daerah Kuansing. Salah satu grup band Kuansing yaitu G-Nuse Part II yang berasal dari Siswa SMA Pintar Kuansing ini membawakan 2 Buah Lagu Luar Negri dan Tradisional seperti Bring Me To Life dari Evanasance, dan Lomak Diawak Katuju diurang lagu budaya Kuansing yang di aransemen kembali dengan kemampuan kreatifitas grup band G-Nuse Part II dari SMA Pintar yang dibimbing dan latih langsung oleh Ronaldo Rozalino S,Sn, guru Seni Budaya di SMA Pintar. Ungkap H. Zulhefis S.Pd Kepala SMA Pintar Kuansing.

Dengan dukungan doa dan spirit pihak sekolah,Grup Band G-Nuse Part II Meraih Grup Band Favorit Se Sumatra dan Riau yang beranggotakan dan personil: Aisyah Mayang Wulan (Vokalis 1), Nefi Fitriana (Vokalis 2), Nolly Okta Pramika (Vokalis Rapper), Anteng Isnanto (Gitars 1), Darwan Suganda (Gitaris 2), Al Fajri (Basis), Eka Ardila Pandi (Drummer).Ungkap Ronaldo Rozalino S.Sn yang juga sebagai Humas SMA Pintar Kuansing.

Alhamdulillah puji syukur kebaikan dan keberkahan yang diberikan Nya Kepada SMA Pintar, kedepannya SMA Pintar yang di gagas oleh H.Sukarmis Bupati Kuansing akan terus berprestasi disegala bidang IPTEK, SAINS dan SENI dan bersaing dan eksis di kancah Nasional dan Internasional.Ujar H. Zulhefis S.Pd.

Berikut Juara Festifal Band Musik Fight For Indenpendence of creativity yang di taja mahasiswa Sekolah Teknologi Tinggi Unggulan Swarnadwipa Kuantan Singingi

Juara 1 Grup Band Forensik dari Sumatra Barat

Juara 2 Grup Band X Band dari Pekanbaru

Juara 3 Grup Band D'Gitaz dari Kuansng

Juara Favorit Gtrup Band G-Nuse Part II dari Kuansing (siswa SMA Pintar Kuansing)

Harapan 1 Grup Band B- Hello dari Kuansing

Harapan II Grup Band Android dari Kuansing

Harapan III Grup Band Link dari Kuansing

Vokalis Terbaik Grup Band Link

Pemain Gitar Terbaik Grup Band D'Gitas

Pemain Bass Terbaik X-Band

Pemain Drum Terbaik Grup Band Android

Kegiatan festival musik band Fight For Indenpendence of creativity yang disponsori oleh Yamaha, IM3, Cakrawala Ponsel, ndhie Clothing CO, OKi Musik, Rumah Nenek Studio berjalan sukses dan lancar, walaupun beberapa saat terjadi hujan namun tidak mengurangi kemeriahan acaranya. Selamat dan Sukses dengan Kegiatan acara yang baru perdana dilaksanakan. Semoga even ini tetap berlanjut untuk masa yang akan datang, sebagai wadah dan ruang kreatifitas seni anak muda, remaja siswa di Kuansing serta bermanfaat mengurangi kenakalan dan pemakaian narkoba pada kawula muda. Narkoba No Kreatiftas Yes. Baro Musik Indonesia.

Humas SMA Pintar Kuansing

READ MORE - Grup Band G-Nuse Part II dari SMA Pintar Meraih Grup Band Favorit Se-Riau dan SumBar

Why Not Festival 2009 Grup Band G-Nuse Part II Meraih Bass Terbaik dan Favorite Se-Riau

Why Not Music Festival 2009

WYH NOT MUSIC ESTIVAL 2009 G-NUSE PART II SMA PINTAR3

WYH NOT MUSIC ESTIVAL 2009 G-NUSE PART II SMA PINTAR8

WYH NOT MUSIC ESTIVAL 2009 G-NUSE PART II SMA PINTAR5

Dokumentasi Poto Grup  Band G-Nuse Part II dengan pelatih/pembina,pendukung dan penerimaan Pemain Bass Terbaik

 

Teluk Kuantan, Minggu 22 November 2009, Why Not Music Festival 2009 menyelenggarakan festival musik band se -Riau. Dengan mengusung tema Music Brings Clarity.

Di ikuti 31 grup band yang berada di Riau seperti Pekanbaru, Rengat, Dumai, Kuansing ini sangat menghentak dan meriah. Apalagi didukung sound dan lighting yang mendukung serta menambah riuhnya suasana gedung kesenian narosa Kuansing.

Acara yang mengedepankan makna dari kreatifitas anak muda yang mengarah kegiatan  berorientasi kreatifitas dan aktifitas anak muda, akan berdampak  positif berkurangnya kenakalan dan penggunaan narkoba yang pada umumnya dikonsumsi anak muda sekarang.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek kecamatan Kuantan Tengah bahwa anak muda saat ini perlu banyak mengisi kegiatan yang baik dan terarah seperti acara yang dilaksanakan pada festival musik ini.

Dimulai pada jam 10.00 WIB, grup band G-Nuse Part II dari Kuansing mengusung lagu Bring Me To Life dan Lomak di Urang Ka Tuju Pulo di Awak salah satu seni musik budaya Kuansing yang diaransemen kembali dalam bentuk dan style lagu yang berbeda. Sungguh menarik lagu tradisi digarap dengan kreatif oleh grup Band yang berasal dari SMA Pintar Kuansing.

Alhamdulillah yang terucap dari grup band G-Nuse Part II dan  semangat dengan hasil yang diterima dari dewan juri. Dengan meraih Bass Terbaik dan Favorit se-Riau yang diterima G-Nuse Part II ini sungguh memberikan kebahagiaan dan arti yang sangat luar biasa. Adapun personil grup band G-Nuse Part II: Aisyah Mayang Wulan sebagai Vokalis 1, Nefi Fitriana sebagai vokalis 2, Nolly Okta Pramika Vokalis Raper, Anteng Isnanto sebagai gitaris 1, Darwan Suganda sebagai gitaris 2, ALfajri yang meraih basis terbaik se-Riau, M. Ari Sandi sebagai keyboardis, dan penabuh drum Eka Ardila Pandi serta pembina Ronaldo Rozalino S.Sn yang juga sebagai pelatih grup band ini. Dengan prestasi seni musik yang diperoleh terbukti siswa SMA Pintar mampu menunjukkan eksistensinya didepan publik dan masyarakat Kuansing. Semoga apa yang diraih bisa membawa kebaikan dan keberkahan bagi SMA Pintar Kuansing.

Untuk Juara 1 dari Why Not Music Festival 2009 grup band Tirani berasal dari Pekanbaru, Juara 2 grup band Indigo dari Pekanbaru, Juara 3 D'Gitaz dari Kuantan Singingi. Selamat dan Sukses yang telah meraih juara dan terbaik di Ajang Why Not Music Festival 2009 yang taja oleh Rumah Kreatifitas Why Not dengan sponsor Neo Mild, Indosat, Indie Clothing CO, roemah nenek studio. Acara ini berakhir jam 9 malam berakhir dengan suskes dan penuh ke akraban antar grup band. Salam Kreatifitas Musik buat Generasi Muda yang kreatif tanpa narkoba.

READ MORE - Why Not Festival 2009 Grup Band G-Nuse Part II Meraih Bass Terbaik dan Favorite Se-Riau

Konser J-Rock di Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi Riau

www.ronaldorozalino.com H.Mursini

Pembukaan Konser J-Rock oleh H. Mursini Ketua Umum Dewan Kesenian (DKS) Kuantan Singingi

Konser J-Rock di Teluk Kuantan Kuantan SingingiKonser J-Rock di Teluk Kuantan Kuantan Singingi3IMG_5304Konser J-Rock di Teluk Kuantan Kuantan Singingi2IMG_5325IMG_5308

'Klik Gambar Untuk Memperbesar

Konser J-Rock di Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi di Lokasi Taman Narosa dipadati dan disambut masyarakat Kuantan Singingi



Seputar Konser J-Rock di Teluk Kuantan kab, Kuantan Singingi

Beberapa waktu yang lalu masyarakat Kuantan Singingi dihibur dengan band nasional J-Rock. Konser yang disponsori NIKO salah satu produk rokok di Indonesia, konser ini menggunakan kekuatan sound 15000 watt dan lighting yang gemerlap. Diawali dengan penampilan band-band berasal dari Kuantan Singinngi yang menurut pengamatan saya, perlu memperbanyak jam terbang dalam penampilan dan konser yang berskala besar. Namun tidak mengurangi keramaian dan hiburan yang disuguhkan. Sukses buat band-band yang berada di Kuantan Singingi.


H. Mursini Ketua Umum Dewan Kesenian Kuantan Singingi memberikan sambutan yang mengingatkan bahwa anak muda saat ini harus berprestasi, menjauhi dan menghindari Narkoba, berulang-ulang kali H. Mursni mengucapkan Narkoba NO, Prestasi YES yang di ikuti audiens yang secara umum dihadiri anak-anak muda Kuantan Singingi.


Jam 22 .15 WIB J-Rock Band melalui lagu-lagu yang hit pada albumnya tampil dengan penuh energik dan menghentak. Beberapa hal yang saya amati dari konser J-Rock ini masih pelit, kikir, dan kurang apresiasi masyarakat Kuantan Singingi memberikan aplause atau tepuk tangan. Apa yang meneyebabkan hal ini bisa terjadi? apakah budaya yang ada Kuantan Singingi tidak kental dengan rasa Apresiasi (Penghagaan), suguhan, relaksasi kepada personal-personalnya ini sungguh bisa dinikmati secara free (gratis). (Udah gratis, kikir/kurang sekali memberikan penghargaan, semoga bisa menjadi sarana perenungan untuk menghargai karya yang disampaikan).


Secara keseluruhan konser J-Rock ini yang ditaja oleh even organizer (EO) Surya Production ini berjalan lancar dan terkendali. Salut dan sukses buat Dewan Kesenian Kuantan Singingi yang telah berulang-ulang memberikan suguhan seni musik modern yaitu band nasional Indonesia di Kuantan Singingi. Terimakasih buat petugas kemanan masyarakat Kuantan Singingi yang telah mendukung acara konser J-Rock di Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi. Bravo Musik Indonesia. By: RR

READ MORE - Konser J-Rock di Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi Riau