Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Ketaatan Wanita Kepada Suami

Ketaatan Seorang Istri Kepada Suaminya dan Haram Mengingkarinya

Dalil-dalil menunjukkan bahwa seorang istri wajib taat kepada suaminya. Diantaranya firman Allah, “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya, dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Baqarah : 228)

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa : 34)

Diriwayatkan dari Abu Dzar, “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, melainkan pasangan suaminya dari bidadari di surga akan menyatakan jangan kau sakiti dia, semoga Allah memerangimu (kata celaan), karena dia berada disisimu sebagai pendatang sementara yang hampir saja dia memisahkan diri darimu dan datang kepada kami (bidadari surga)” (HR Tarmidzi dan Ibnu Hibban), dihasankan oleh Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Dalam Hadits Bibi Husain, “Aku datang kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pada sebagian kebutuhan, Rasulullah bertanya apakah engkau mempunyai suami ?, wanita itu menjawab “Iya”. Rasul bertanya, “Bagaimana keadaanmu terhadapnya ?”, “Aku selalu menaatinya dan melayaninya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya”, “Maka lihatlah dimana keberadaanmu di sisinya, karena sesungguhnya suamimu adalah surgamu dan nerakamu” (HR An-Nasai, Imam Akhmad). Dinyatakan bersanak jayid oleh Syaikh Al-Albani menukil pernyataan An-Nasai dan Imam Akhmad.

Termasuk hak suami atas sang istri adalah sang istri merawat rumah suaminya, dan tidak keluar dari rumah tanpa seizin suami. Apabila sang suami tidak ada dan terdapat kebutuhan mendesak yang harus segera dilaksanakan, maka sang istri sebelumnya harus menimbang apakah suami akan mengizinkannya atau tidak, apabila kemungkinan sang suami mengizinkannya, maka setelah sang suami kembali, sang istri menyampaikan berita yang menenangkan suami.

Akan tetapi kalau mungkin sang suami tidak mengizinkan, atau sang istri ragu mendapat izin atau tidak maka pada hukum asalnya sang istri tidak boleh keluar. Termasuk pula hak suami atas sang istri adalah sang istri mengerjakan semua perkerjaan rumah sendiri, tidak seharusnya sang istri meminta sang suami untuk mendatangkan pembantu yang bisa membawa akibat buruk bagi suami atau anak-anaknya. Berkata Rasulullah kepada Aisyah bahwa kadar pahalanya sesuai dengan keletihannya (dalam mengurusi pekerjaan rumah).

Nama File: Ketaatan Wanita Kepada Suaminya dan Haram Mengingkarinya 01.mp3
Ukuran: 6.8 Mb
Deskripsi: www.ilmoe.com
Link Download Ketaatan Wanita Kepada Suaminya dan Haram Mengingkarinya 01

Nama File: Ketaatan Wanita Kepada Suaminya dan Haram Mengingkarinya 02.mp3
Ukuran: 6.8 Mb
Deskripsi: www.ilmoe.com
Link Download Ketaatan Wanita Kepada Suaminya dan Haram Mengingkarinya 02

Source: www.ilmoe.com

READ MORE - Ketaatan Wanita Kepada Suami

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing2

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing3

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing4

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing6

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing7

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing8

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing9

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing10

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing11

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing13

Klik Gambar Untuk memperbesar

Prosesi Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing

Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing. Sebagai umat muslim, adalah sebuah fardhu kifayah dalam melaksanakan penyelenggaraan jenazah. Bahkan bisa menjadi sesuatu hal yang wajib jika tidak ada lagi keluarga atau kerabat terdekat yang menyelenggarakan jenazah. Karena jika tidak ada seorang pun yang menyelenggarakan jenazah tersebut, maka dosa lah bagi semua orang yang masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT. Sehingga sudah seharusnya kita, umat muslim mengetahui dan mempelajari tentang penyelenggaraan jenazah, dimulai dari takziah di rumag keluarga yang berduka, dilanjut dengan memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan jenazah. Karena kita tidak pernah tahu kapan hal ini akan terjadi pada keluarga bahkan diri kita sendiri. Untuk itu, sebagai salah satu sekolah unguulan di Kabupaten Kuantan Singingi, SMAN Pintar mengadakan suatu rangkaian kegiatan simulasi penyelanggaraan jenazah pada Sabtu, 27 Februari 2010. Acara yang ditaja oleh kelas XI SMAN Pintar, serta guru pembimbing Ustd. Suhelmon, S.PdI, M.A selaku guru Pendidikan Agama Islam di SMAN Pintar berlangsung sangat khidmat dan dibalut suasana yang mengharukan.

Kegiatan simulasi penyelenggaraan jenazah ini, adalah salah satu agenda rutin SMAN Pintar yang merupakan sebuah praktek dan pengaplikasian dari pembelajaran PAI pada Chapter Penyelenggaraan Jenazah. Kegiatan ini, Selain bertujuan untuk memberikan memberikan pengetahuan kepada siswa/i SMAN Pintar khususnya kelas XI, selain itu juga memberi pelajaran, hikmah, maupun peringatan untuk kita yang masih diberi kesempatan menikmati kehidupan oleh Allah SWT agar kita selalu mengingat kematian yang pasti akan datang menghampiri setiap makhluk yang bernyawa, serta untuk mempersiapkan mental dan skill dalam penyelenggaraan dan bias diaplikasikan saat dibutuhkan ketika di masyarakat atau bahkan dalam keluarga kita sendiri.

Sungguh suatu kegiatan yang sangat bermanfaat dan membuat terharu orang-orang yang menyaksikan acara ini secara langsung. Karena selain acara ini dilaksanakan sebagaimana penyelenggaraan jenazah sesungguhnya dan menggunakan peralatan-peralatan yang sesungguhnya seperti kain kafan, air kapur barus, air sabun, air bersih untuk memandikan jenazah, dan juga menggunakan keranda yang biasa digunakan untuk menghantarkan jenazah ke liang lahat, dan di tambah lagi dengan alunan lagu dan musik yang mengingatkan kita akan kematian dan dosa membuat acara ini begitu mengharukan dan membuat suasana di sekitar menjadi khidmat dan tenang.

Seperti yang disampaikan oleh Ustd. Suhelmon, S.PdI, M.A pada akhir kegiatan, beliau juga mengajak kita semua untuk selalu mengingat kematian yang akan datang menghampiri kita dan orang-orang yang kita cintai. Serta agar kita selalu berada dalam jalan kebenaran. Karena dengan itu kita akan selamat. Sehingga kita juga bias tenang pada saat orang mengusung jasad kita menuju liang lahat.

Semoga kegiatan ini bias memberikan pelajaran yang berharga bagi kita semua khususnya untuk seluruh civitas akademika SMAN Pintar Kabupaten Kuantan Singingi dan kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Laporan Wilda Septi Pratiwi Siswa Kelas XI IPA SMAN Pintar Kuansing.

READ MORE - Praktek Fardhu Kifayah Penyelenggaraan Jenazah di SMAN Pintar Kuansing

MAKNA DAN HAKEKAT S U J U D

MAKNA DAN HAKEKAT S U J U D

عن ابي فراس ربيعة بن كعب الأسلمي خادم رسول الله ص م ومن أهل الصفة قال: كـنت أبيت مع رسول الله فآتيه بوضوئه وحاجته, فقال: سلني ؟, فقلت: أسـألك مرافـقـتـك في الجنة, فقال: أو غـير ذلك؟ , فقلت: هـو ذاك, قال: فأعـني علي نفـسـك بكثرة السجود [رواه مسلم]
Dari Abu Faras Rabi`ah ibn Ka`ab al-Aslamy, pelayan Rasulullah SAW dan ia dari ahli Shaffah berkata: Ketika saya tidur bersama Rasulullah, maka sebelumnya saya melayani wudhu` dan keperluannya, lalu Beliau bersabda: “Silakan minta dari ku?”, maka saya berkata: Saya minta dari mu adalah mendampingimu didalam surga, maka beliau bersabda: “Atau selain itu?”, lalu saya jawab: Itu saja Ya Rasulullah, kemudian Beliau bersabda: “Maka berjanjilah kamu atas diriku untuk banyak sujud”. (HR. Muslim).

PENJELASAN
Sujud secara bahasa berarti tunduk dan khudu`, merendah dan cenderung. Dalam istilah, sujud adalah meletakkan sebagian kening yang terbuka atas tanah.
Kesempurnaan sujud : meletakkan seluruh telapak tangan, kedua lutut, kedua telapak kaki dan kening bersama hidung. Fuqaha bermufakat bahwa sujud yang sempurna pada tujuh anggota tubuh, yakni; kening, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua bagian telapak kaki.
Pada saat sujud wajah diletakkan dibawah sehingga sederajat dengan telapak kaki untuk tunduk dihadapan Allah SWT, sebab wajah adalah bagian tubuh yang paling tinggi dan paling terhormat.

Cara Sujud Rasulullah SAW
Rasulullah melakukan sujud dengan cara: dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua kakinya (Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim). Beliau menghadapkan jari-jari kedua tangan dan jari-jari kedua kakinya kearah kiblat dan bertopang kepada pangkal kedua telapak tangan, dan lengannya.
Disamping itu, Rasulullah mengangkat kedua sikunya dan menjauhkan kedua pangkal tangannya dari rusuk lambungnya, sehingga kelihatan lambungnya yang putih, mengangkat perutnya dari kedua pahanya dan mengangkat kedua pahanya dari kedua betisnya, kokoh dalam sujudnya, menempelkan mukanya ke tempat sujudnya dan tidak sujud di atas lingkaran sorbannya.

Hakekat Sujud
Sujud adalah rahasia shalat dan rukun shalat yang paling mulia, ia adalah penutup dalam rakaat seakan-akan rukun-rukun yang sebelumnya adalah sebagai pembukaan bagi sujud.
Sujud dalam hadits diatas merupakan suatu amalan yang pantas untuk diperbanyak dalam melakukannya. Sebab seorang pelayan Rasulullah SAW ingin mendampingi beliau dalam surga dan tidak ada permintaan lain kecuali itu, namun beliau anjurkan untuk banyak sujud kepada Allah.
Sujud adalah sarana yang Allah buat agar manusia melepaskan kesombongan dan keangkuhan dari dirinya, dengan menyadari bahwa asal manusia diciptakan dari tanah dan ia tidak bisa keluar dari asalnya. Tanah adalah lambang kehinaan dan kerendahan diri manusia dihadapan Allah, sehingga sujud akan menjadikan manusia seakan-akan kembali pada asalnya.

S U J U D (PSIKOLOGIS DAN KESEHATAN)
عـن أـنس رضى الـله عـنـه عـن النـبـي صـلي الله عـليه و سلم قال: اعـتـدلوا فى السـجـود ولا يبـسط أحـدكم ذراعـيه اـنبـساط الكـلب [رواه الجماعة]
Dari Anas RA dari Nabi SAW bersabda: “Hendaklah kalian sederhana dalam melakukan sujud dan janganlah salah seorang dari kalian meletakkan lengannya diatas tanah sebagaimana tengkurapnya seekor anjing”. (HR. al-Jama`ah).
PENJELASAN
Menundukkan diri untuk sujud dihadapan Allah tanpa mengangkat tangan sambil mengucapkan takbir, pada saat itu kedua tangan turun pula kebawah untuk ikut serta sujud sebagaimana wajah kita turun kebawah untuk mencium tanah mengambil bagian dalam sujud.
Dari sini, sujud bila direnungi dan dilakukan dengan benar, tidak seperti yang digambarkan hadits diatas, maka sujud akan mempunyai nilai. Nilai tersebut tidak hanya didapat dari ganjaran melakukannya, tapi muncul dari segi kejiwaan dan kesehatan.
Aspek Psikologis Sujud
Sebenarnya yang mengetahui rahasia sujud atau apa rahasia dibalik sujud tentunya hanya Allah dan Rasulullah SAW, namum kita sebagai orang beriman yang dibekali dengan akal dan iman perlu mancari sesuatu dibalik rahasia perintah sujud baik dalam shalat ataupun diluarnya. Maka dalam hal ini, sujud tersebut ditinjau dari sisi psikologi mempunyai rahasia, diantaranya:

1. Menghilangkan egoisme dan kesombombongan
2. Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Allah
3. Menaikkan stasiun rohani dan menghasilkan energi batin yang tinggi di seluruh tubuh
4. Posisi sujud menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati yang tertinggi dan ini adalah esensi dari shalat

Aspek Kesehatan Dalam Sujud
Saat sujud peredaran darah lancar membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan pengerutan dinding-dinding pembuluh darah (Arteriosclerisis), akan menghasilkan energi panas yang diperlukan proses pencernaan makanan dalam tubuh sebagai zat hidrat arang, zat telor, lemak, vitamin, garam, besi, kapur, fasfor dan zata cair serta lainnya sehingga aliran darah akan semakin lancar untuk membuang zat-zat kotor yang asalnya dari zat makanan tersebut.

Meletakkan jari tangan atau telapak tangan disamping lutut pada saat sujud membuat semua otot akan kontraksi, maka bukan saja otot menjadi besar dan kuat, tapi urat-urat darah sebagai pembulh nadi (Arteria), dan pembuluh darah balik (Venae) serta urat-urat getah bening (Lympha) akan terjepit atau terurut, sehingga peredaran darah dan lympha akan lancar.

Posisi lutut yang membentuk sudut yang tepat memungkinkan otot-otot perut berkembang dan mencegah “kegombyoran” dibagian tengah. Menambah aliran darah ke bagian atas tubuh, terutama kepala (mata, telinga dan hidung) serta paru-paru sehingga dapat memungkinkan toksin-toksin dibersihkan oleh darah. Bagi perempuan yang sedang hamil, sujud dapat mempertahankan posisi benar dari janin dalam rahim.

Sujud dalam shalat tinjauan kesehatan juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan menambah elastisitas tulang itu sendiri.
S U J U D (SEBAIK-BAIK TEMPAT UNTUK DOA)
عن ابن عباس رضىالله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال: أقرب مايكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا الدعاء فقمن أن يستجاب لكم [رواه أحمد و مسلم و أبوداود و النسائى]
Dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bersabda: Kondisi yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa, hal itu patut untuk dikabulkan bagimu. (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud dan al-Nasai)

PENJELASAN
Disyariatkan sujud untuk dilaksanakan dengan sempurna karena sujud adalah puncak dari ketundukan kepada Allah dimana saat itu seluruh anggota tubuh mengambil bagian untuk melaksanakannya.
Said bin Zubair berkata: “Bahwa tidak ada sesuatu yang paling disukai kecuali kita menghempaskan wajah kita diatas tanah untuk Allah”.
Bersempena dengan itu, bila saitan melihat manusia sedang melakukan sujud untuk Allah, setan menempatkan dirinya disuatu sudut sambil menangis dan seraya berkata: malangnya diriku ini, disaat aku diperintahkan untuk sujud, aku menentang perintah itu maka bagiku neraka, tapi mereka melakukannya dan bagi mereka balasan surga.

Keistimewaan sujud merupakan inti dari shalat sehingga Rasulullah SAW mengatakan keadaan terdekat antara hamba dengan Allah adalah ketika sujud. Karena sujud sebaik-baik keadaan bagi seorang hamba terhadap Allah, untuk itu memanjatkan doa kepada Ilahi Rabb pada saat sujud adalah doa yang paling dekat untuk dikabulkan.

Hukum Doa Saat Sujud
Dalam mazhab Hanafiah tidak boleh mengucapkan kata-kata kecuali tasbih saja, bagi Malikiah hukum doa baik urusan agama dan dunia ataupun akhirat saat sujud adalah sunat.
Mazhab Hanabilah meletakkan hukum la ba`sa (tidak apa-apa) doa saat sujud. Sedangkan mazhab Syafi`iyah menganggap sunat muakkad untuk doa saat sujud.

Diantara Doa-Doa


عن أبي سعيد ان النبي صلي الله عليه وسلم قال: " يا معاذ, اذا وضعت وجهك ساجدا فقل: اللهم أعني على شكرك و حسن عبادتك ". [رواه مسام]
Dari Abu Said bahwa Nabi SAW bersabda: “Wahai Mu`az, apabila kamu letakkan wajahmu saat sujud bacalah: Ya Allah bantu aku dalam bersyukur kepada-MU dan baik ibadah kepada-MU”.


علي رضي الله عنه قال: أحب الكلام الي الله أن يقول العبد وهو ساجد: رب اني ظلمت نفسى فاغفرلى [رواه مسلم]
Ali RA berkata: “Ucapan yang paling disenangi oleh Allah, yang diucapkan seorang hamba saat ia sujud: Ya Allah, aku menzhalimi diriku maka ampunilah aku”.


عن أبي هريرة أن النبي صلي الله عليه وسلم كان يقول في سجوده: اللهم اغفرلى ذنبى كله, دقه و جله, وأوله و أخره , و علا نيته و سره [رواه مسلم]
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW mengucapkan saat sujudnya: Ya Allah, ampuni dosaku semuanya, baik kecil atau besar, awal atau akhirnya, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi”.


SUJUD SYUKUR
عن ابي بكرة أن النبي صلي الله عليه وسلم كان اذا أتاه أمر يسره أو بشري به خر ساجدا شكرا لله [ رواه ابوداود و الترمذى ]
Dari Abu Bakrah ”Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi SAW sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud terima kasih kepada Allah” (HR Abu Daud dan Tirmizi).


PENJELASAN
Sujud syukur adalah sujud kepada Allah SWT yang dilakukan saat mendapatkan nikmat dan terima kasih atas nikmat yang diberikan Allah SWT, baik berupa kesenangan dunia atau terlepas dari bahaya atau nikmat-nikmat baik yang kita sadari ataupun tidak.
Hukum melakukan sujud syukur menurut kebanyakan jumhur Ulama adalah sunat. Hal itu didasari pada sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang senantiasa merealisasikan syukur bukan dengan lisan saja tapi dengan perbuatan seperti sujud syukur.
Ketentuan-ketentuan sujud syukur mancakup syarat wajib dan syarat sah, sebagaimana berikut;


Syarat wajib: Islam, Berakal dan Balig, Bersih dari haid dan nifas.
Syarat sah:
1. Bersih dari hadats dengan wudhu` atau mandi
2. Bersih dari najis baik badan, pakaian, tempat sujud dan duduk
3. Menutup aurat
4. Menghadap kiblat
5. Niat untuk sujud syukur
Cara melaksanakan sujud syukur dapat dimulai dari saat berdiri atau saat duduk dengan:
1. Menghadap kiblat
2. Niat diteruskan dengan takbir
3. Sujud (hanya sekali)
4. Kembali duduk dengan takbir
5. Diteruskan dengan mengucapkan salam


Bacaan Sujud Syukur
Saat sujud dianjurkan untuk membaca bacaan tertentu, tapi dalam hal ini terdapat banyak bacaan yang dapat dibaca. Diantara bacaan tersebut adalah:


1. Bacaannya sama dengan apa yang dibaca saat sujud tilawah/sajadah:
سجد وجهي للذى خلقه وشق سمعه وبصره بحوله وقوته
“Aku sujud kepada Allah yang menjadikan diriku, dan Allah yang membuka pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan dan kekuatan-NYA”


2. Doa yang diucapkan Nabi Sulaiman AS dalam surat al-namal ayat 19 :
رب أوزعنى أن أشكر نعـمتـك التى أنعـمـت عـلى وعلى والدي وأن أعـمل صالحا تـرضاه و أدخـلني برحمتـك فى عبادك الصالحين
‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-MU yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba –MU yang sholeh”


3. Tahmid dengan kesyukuran:
اللـهـم لـك الحـمـد شـكـرا ولـك المـن فـضـلا
“Ya Allah, bagi-MU segala pujian syukur, dan bagi-MU segala pemberian keutamaan”
4. Zikir
سبحان الله و الحمد لله ولا اله الا الله و الله اكبر
SUJUD TILAWAH
عـن أبي هـريرة قـال:قـال النـبي صـلي الله عـليه وسـلم: اذا قـرأ ابن ادم السـجـدة فسـجـد اعـتـزل الشـيطان يـبكى يقـول: يا ويـلتا امـر ابن ادم بالسجـود فسـجد فـله الجـنة وامـرت بالسجـود فعـصـيت فـعـلي النـار [رواه مـسـلم]
Dari Abu Hurairah berkata: bahwasanya Nabi SAW telah bersabda: “Apabila manusia membaca ayat sajadah kemudian ia sujud, menghindarlah setan dan ia menangis seraya berkata, “Hai celaka! Anak Adam (manusia) disuruh sujud, lantas ia sujud, maka baginya surga, dan saya disuruh sujud juga tetapi saya enggan (tidak mau), maka bagi saya neraka”. (HR. Muslim)


PENJELASAN
Sujud tilawah artinya sujud bacaan. Maksud darinya adalah sujud yang dilakukan pada saat bertemu dalam membaca ayat-ayat al-Quran dengan ayat sajadah. Sujud tilawah dikenal juga dengan sebutan sujud Sajadah. Hukum mengerjakan sujud tilawah adalah sunat, dan dapat dikerjakan dalam shalat dan diluar shalat.


Sujud tilawah dalam Shalat:
1. Bila terbaca ayat-ayat sajadah maka bertakbir terus sujud sekali
2. Kembali berdiri dengan takbir
3. Meneruskan bacaan ayat sholat yang dibaca
4. Bagi makmum mengikuti imam dalam sujud dan tidak boleh sujud sendiri.
Sujud tilawah diluar Sholat:


1. Menghadap kiblat terus takbir dengan niat
2. Sujud sekali dan kembali duduk
3. Mengucapkan salam
4. Bagi pendengar boleh sujud bila pembaca al-Quran sujud
Bacaan Sujud Tilawah
سـجـد وجـهي للـذى خـلقه وشـق سـمعه وبـصره بحـوله وقـوته
“Aku sujud kepada Allah yang menjadikan diriku, dan Allah yang membuka pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan dan kekuatan-NYA”


Ayat-Ayat Sajadah
1. Surat al-`Araf ayat 206
2. Surat al-Ra`d ayat 15
3. Surat al-Nahl ayat 50
4. Surat Bani Israil ayat 109
5. Surat Maryam ayat 58
6. Surat al-Haj ayat 18 dan 77
7. Surat al-Furqan ayat 60
8. Surat al-Namal ayat 26
9. Surat al-Tanzil/ al-Sajadah ayat 15
10. Surat Shad ayat 24
11. Surat fushshilat ayat 38
12. Surat al-Najm ayat 62
13. Surat Insyiqaq ayat 21
14. Surat `Alaq ayat 19


SUJUD SAHWI
عن أبي سعيد الخدرى أن رسول الله ص م قال: اذا شك أحدكم فى صلاته فلم يدر كم صلي, ثلاثا او اربعا , فليطرح الشك وليبن علي ما استيقن ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم [رواه البخارى]
Dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya sedangkan ia tak tahu sudah berapa ia shalat, tiga atau empat, maka buanglah keraguan itu dan jelaskan atas apa yang ia yakini, kemudian hendaklah ia sujud (sujud sahwi)dua kali sebelum salam” (HR. al-Bukhari).


PENJELASAN
Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan dalam shalat sebelum salam disebabkan kelupaan dalam pelaksanaan shalat. Sujud sahwi ini sama dengan dua sujud yang biasa, yakni dimulai dengan takbir dan duduk antara dua sujud baru salam.


Sebab-Sebab Sujud Sahwi
1. Lupa salah satu rukun shalat dan teringat sebelum mengerjakan rukun seperti itu pada rakaat berikutnya, maka wajib kembali mengerjakan rukun ketinggalan tersebut dan terus menyempurnakan shalat. Sebelum salam melakukan untuk sujud sahwi.
2.Lupa salah satu rukun shalat dan ingatnya pada saat/setelah mengerjakan rukun yang sama pada rakaat setelahnya, maka rakaat sesudahnya itu sebagai penggantinya dan rakaat yang lupa salah satu rukun tadi dianggap tidak ada. Selanjutnya menyempurnakan shalat dan sebelum salam melakukan sujud sahwi.
3. Lupa jumlah bilangan rakaat yang telah dikerjakan seperti tiga atau empat, maka diambil bilangan yang kecil dan disempurnakan shalat. Sebelum salam melakukan sujud sahwi.
4. Bila seorang yang melaksanakan shalat sudah salam tapi ada orang yang memberitahu bahwa shalatnya kurang/ ada yang terlupa, maka kembali shalat menambah kekurangan itu dan sebelum salam sujud sahwi.
5.Bila seorang yang melaksanakan shalat sebelum salam teringat bahwa shalatnya lebih rakaat, maka hendaklah ia melakukan sujud sahwi.
6. Bila seorang imam melakukan sujud sahwi, maka makmum hendaknya mengikuti imam, walaupun makmum tidak tahu sebabnya dan begitu juga terhadap makmum yang masbuk belum menyudahi shalatnya.
7.Bila lupa salah satu sunat ab`ad (1. Tasyahhud atau tahiyatul awal, 2. Duduk dalam tasyahhud atau tahiyatul awal, 3. Membaca shalawat dalam tasyahhud awal, 4. Membaca shalawat atas kelurga (Aali) Nabi Muhammad SAW saat dudk penghabisan, 5. Dalam mazhab Syafi`iyah; lupa membaca doa qunut pada shalat subuh dan shalat witir setelah setengah yang akhir ramadhan) dan teringat tidak usah kembali kepad sunat tersebut tapi sebelum salam melakukan sujud sahwi.
Bacaan Sujud Sahwi
سـبـحا ن مـن لا يـنام ولا يــسهـو
“Maha suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa”


* Ditulis oleh: H.M.Ridwan Hasbi, Lc, MA, Dosen UIN Suska Riau dan Sekretaris Umum MUI Kota Pekanbaru. Sumber:Riaupos.com

READ MORE - MAKNA DAN HAKEKAT S U J U D

Menzikirkan Mata Hati

zikir-kerendahan

Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.
Pertama, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu telah mendorong untuk melakukan semua yang dilarang Allah. "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada." (QS al-'Aadiyaat: 6-10). Dalam kondisi batin manusia seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa beristigfar, berzikir kepada Allah.

Kedua, cinta dunia dan takut mati. Ujian bagi kaum Muslimin mengenai hal ini tergambar dalam surat Ali-Imran: 142. Pada waktu itu pasukan pemanah yang telah ditempatkan Nabi di atas bukit tergoda hatinya oleh harta dunia yang berserakan di bawah sehingga mereka meninggalkan tugas dari Nabi. Mereka akhirnya luluh-lantah. Saat ini fragmen serupa tapi tak sama senantiasa berulang dan terjadi menerpa manusia. Sebetulnya dengan terus-menerus melakukan zikir, maka manusia akan sampai pada pola hidup zuhud; suatu sikap yang menganggap bahwa dunia harus dikuasai bukan dunia yang menguasai manusia. Seorang yang zuhud tak lagi berambisi terhadap dunia, tidak cinta dunia, dan tak takut mati.

Ketiga, setan. Manusia yang dikuasai setan pandai sekali menghiasi perbuatan buruk dengan menjadi (seolah-olah) baik. Ia hipokrit tulen. Tabiat setan ini bisa diredam dengan mendekatkan diri kepada Allah. Keempat, tabiat buruk. Ini merupakan suatu perbuatan yang memang sudah menjadi tabiat (kebiasaan) dan telah mentradisi dalam individu maupun masyarakat. Untuk meruntuhkan tabiat buruk tersebut, lagi-lagi dibutuhkan zikir yang banyak kepada Allah. Kelak zikir akan menukar tabiat buruk menjadi tabiat baik.

Kelima, dosa. Manusia diperintahkan untuk beristighfar, memohon ampun kepada Allah (QS Nuh: 10-12). Dosa kita selama ini telah menghalangi turunnya musim yang teratur, rezeki yang merata, anak-anak yang saleh, dan kesejukan dan keharmonisan hidup antarsesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan datang jika kita memintanya (QS Al-Baqarah: 186).
Karena itu, marilah kita bersama-sama memohon ampun kepada Allah ihwal perbuatan khilaf dan dosa yang selama ini kita lakukan. Mudah-mudahan Allah menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan berkepanjangan dan kenistaan tak bertepi. smoga Allah buka mata hati kita hingga mampu menangkap realitas absolut dan gerak-Nya. Amin.(Kiriman Sahabat Agit Septian Saputera)

READ MORE - Menzikirkan Mata Hati

73 MANFAAT ZIKIR

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.

Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridah.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya dari sekarang. Kiriman Sahabat Agit Winata Saputera.

READ MORE - 73 MANFAAT ZIKIR

Tentang Hati manusia

Al_Jalalah_hati

Hati merupakan pengendali diri manusia, manakala hatinya baik,
maka ia bisa mengendalikand irinya kepada hal-hal yang baik, dan menahan untuk berbuat kemungkaran.

Namun banyak pula manusia yang kehidupannya tidak terkendali, ia tergelincir kepada lembah kehinaan,
karena hatinya telah tertutup, tidak bisa melihat mana yang haq dan mana yang bathil.

Hati adalah elemen terpenting dalam diri manusia, karena dengan hati ini,
manusia dilebihkan oleh Allah dari makhluk Allah yang lainnya. Betapa hati sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang,
sampai Allah berfirman dalam QS 42 89-91 Al-Qur誕n sebagai Hudallil Muttaqin telah memberikan penjelasan kepada kita, bahwa hati manusia itu terbagi 3 bagian yang saling bertolak belakang satu dengan yang lainnya.

Qolbun Mayyit (hati yang mati)
Manusia yang memiliki tipe hati seperti ini, ia tidak dapatlagi melihat mana yang benar dan mana yang salah.
Telinganya tuli, matanya sudah dibutakan dan semua panca indranya sudah tidak berfungsi lagi karena hatinya tidak dapat menunjukkan tugas masing-masing indranya.

Ia laksana mayat hidup yang hanya akan membuat kerusakan di muka bumi.
Nasehat-nasehat sudah tidak bisa didengarnya, pelajaran-pelajaran sudah tidak dapat ia cerna untuk dilaksanakan, apalagi berusaha memperbaiki diri sendiri, itulah tipe-tipe orang yang mengingkari kekuasaan Allah.
Ia sudah tidak bisa mengenali siapa dirinya dan dari mana asalnya, mau kemana ia kembali.
Senantiasa kehidupannya dihiasai hal-hal kejahiliahan, perasaannya tidak tenang manakala tidak melanggar aturan Allah,
ia menganggap segala perbuatannya tidak ada yang mengawasi sehingga bebas berbuat semaunya.
Tak terpikirkan apakah perbuatannya itu akan merugikan orang lain atau tidak.
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.[QS Al-Baqarah 2:6]

Qolbun Mariidh (hati yang berpenyakit)
Banyak ummat islam yang berkecimpung dalam kancah dakwah namun dalam kesehariannya ia tidak mencerminkan sebagaimana aktivitasnya.
Ia berdakwah hanya sebatas konseptual bahkan kehidupannya jauh dari realitas islami sebagaimana yang ia dakwahkan.

Kenapa hal ini terjadi?
Semua itu tak lepas dari peranan hati.
Hal-hal seperti itutidak mungkin menimpa orang-orang yang hatinya saliim (lurus).

Bisa jadi karena kesibukannya mendakwahi orang lain sehingga ia melupakan dirinya sendiri, tak ada keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan.
Akhirnya muncul dai-dai yang seharusnya memberi tauladan yang baik malah memberikan contoh yang merusak akhlak dan aqidah ummat.
Ia merasa sudah banyak berbuat kebaikan dan merasa berjasa terhadap perkembangan da蜘ah islamiyah.

Sering menganggap remeh orang lain dan cenderung berbuat seenaknya sendiri.
Merasa lebih tinggi dari orang lain sehingga timbullah ujubnya.
Hal ini sudah cukup membuktikan seseorang yang berpenyakit dalam hatinya.
Manakala tidaks egera bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menambahkan penyakit hatinya itu.

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta. [QS Al-Baqarah 2:10]
Ciri-ciri orang yang hatinya berpenyakit
Suka menganggap enteng terhadap dosa, ia menganggap dosa itu bagaikan debu yang menempel di dahinya yang sewaktu-waktu dapat dengan mudah ia bersihkan.

Dalam beribadah tidak ikhlas semata karenaA llah, namun hanya sekedar memenuhi kewajiban atau ingin mencari keuntungan duniawi semata.
Suka berbuat maksiat, ia senang sekali dengan perbuatanmaksiat bahkan bangga dengan perbuatannya itu,
sehingga iam enyebarluaskan kemaksiatannya kepada orang lain.
Jika dibacakan ayat-ayat A l-Qur'an, ia membantah dengan kata-kata tapi..., lha wong anu saja..., dllJika dinasehati ia merasa dihina atau tidak mau menerimanya.


Qolbun Saliim (hati yang lurus dan bersih)
Seseorang akan terarah hidupnya manakala hatinya tenang, dalam artian bahwa ia selalu mengingat akan kebesaran Allah.
Hatinya selalu ingat kepada Allah di mana saja ia berada, tak pedulu sedang susah ataupun bahagia.
Ada sebagian orang yang ketika ia sedang ditimpa musibah, ia ingat kepada Allah dan berkecimpung dalam dakwah.
Namun manakala ia sedang senang, bahagia, lupalah akan siapa penciptanya.
Seolah-olah ia butuh Allah hanya di waktu susah saja.
Ketika terlepas dari kesusahan ia kembali melupakan Allah. Sedangkan orang yang hatinya saliim, kapan saja dan di mana saja ia selalu ingat dan butuh akan bantuan Allah.

Dan hanya orang yang hatinya lurus yang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, walaupun ketika di dunia ia termasuk orang yang kekurangan.  Namun hal itu bukanlah merupakan sebuah penghalang seorang hamba yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah.

Ciri-ciri orang yang hatinya lurus
Selalu mengharapkan kasih sayang dari Allah.
Bahkan ia rela dibenci oleh semua makhluk di dunia ini demi mencapai kasih sayang Allah padanya.
Hanya dengan kasih sayang Allah lah manusia akan selamat dari siksa api neraka.
Karena kasih sayang Allah berarti Allah akan ridha kepada hambaNya.
Takut kepada Adzab Allah.
Menyadari akan kebesaran Allah.
Seorang hamba tidak kuasa untuk menghindari dari adzab Allah yang sangat dahsyat, maka ia akan selalu mawas diri dalam segala perbuatannya agar semua tindakannya tidak menimbulkan kemurkaan Allah.

Karena ia tahu apa yang akan ia peroleh manakala melanggar aturan Allah.
Cinta kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam:
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;

mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa k kuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya( niscaya mereka menyesal). [QS Al-Baqarah 2:165]
Seseorang yang telah jatuh cinta terhadap sesuatu, pasti ia akan tunduk dan patuh terhadap apa yang diperintahkan oleh yang dicintainya.

Begitu pula cinta kita kepada Alah.
Senantiasa mengingat mati, karea hal ini bisa membangkitkan semangat untukm eningkatkan ibadah kepada Allah. Kita perlu menyadari bahwa manusia itu dibatasi oleh waktu. Jika sudah tiba wantunya untuk kembali kepada Allah,
maka tak satupun yang dapat mengakhirkannya atau mengawalkannya Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.[QS Al-A池af 7:34]
Tentunya untuk menghadapi kematian, manusia perlu membekali dirinya dengan bekal yang bisa menyelamatkan dirinya di akhirat kelak 泥an tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka.

Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang- orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya [QS Al-An誕m 6:32]

Selalu memikirkan kekuasaan Allah yaitu dengan tadabur alam Karena salah satu ciri orang yang pandai (ulul albab) adalah orang yang memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, makap eliharalah kami dari siksa neraka.[QS Al-Imran 3:190-191]
Merupakan kebiasaannya adalah selalum entadaburi Al-Qur'an, karena dengan ini manusia akan tahu hakekat hidupnya dan akan tahu apa yang harus ia lakukan demi diri dan agamanya.

Senantiasa mencontoh perikehidupan Rasulullah beserta para sahabatnya,sehingga semua yang bertentangan dengan kebiasaan Rasulullah dan para sahabatnya akan ia tinggalkan sejauh-jauhnya.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk membentuk diri kita
menjadi orang yang kaffah mengislamkan diri kita baik lahiriyah maupun bathiniyah, sehingga akan tercermin sesosok jiwa yang dapat menjadi panutan ummat dan dikasihi oaleh Allah, dihiasi dengan perilaku yang baik dan hati yang lembut .

Mudah-mudahan kita semua dikumpulkan ke dalam golongan orang-orang yang hatinya lurus
dan bersih serta dimasukkan ke dalam hamba-hamba yang diridhai-Nya.
Aamiin Yaa Rabbal alamin. (Kiriman Sahabat Agit Winata Saputra)

READ MORE - Tentang Hati manusia

MENTADABURI AYAT-AYAT DZIKIR

Sepuluh gambaran, yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an, dengan kaitannya pada penyebutan dzikir. Kesepuluh hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sebagai perintah, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat AL-Ahzab 41-44:
ياأيها الذين ءامنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا. وسبحوه بكرة وأصيلا. هو الذي يصلي عليكم وملائكته ليخرجكم من الظلمات إلى النور وكان بالمؤمنين رحيما. تحيتهم يوم يلقونه سلام وأعد لهم أجرا كريما
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: "salam"; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka." (Al-Ahzab, 33:41-44)

2. Larangan melupakan dzikir; sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Al'A'raf 204:
(ولا تكن من الغافلين)
"Dan janganlah kamu termasuk golongan mereka-mereka yang melupkan Allah (tidak berdzikir)"
(Al-A'raf, 7:204)
Kemudian juga dalam surat Al-Hasyr, 59:19 :
(ولا تكون كالذين نسوا الله فأنساهم أنفسهم، أولئك هم الفاسقون)
"Dan janganlah kamu menjadi termasuk orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah pun akan melupakan mereka."

3. Mendapatkan pujian dan surga bagi para pendzikir..Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Ahzab, 33:35:
إن المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات والقانتين والقانتات والصادقين والصادقات والصابرين والصابرات والخاشعين والخاشعات والمتصدقين والمتصدقات والصائمين والصائمات والحافظين فروجهم والحافظات والذاكرين الله كثيرا والذاكرات أعد الله لهم مغفرة وأجرا عظيما
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar."

4. Memiliki kaitan erat dengan kemenangan.Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat al-Anfal, 8:45 :
(واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون)
"…Dan berdzikirlah kalaian yang banyak kepada Allah, semoga kalian beruntung."

5. Kerugian orang yang lalai berdzikir. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Munafiqun, 63:9 :
(يا أيها الذين آمنوا لا تلهكم أموالكم ولا أولادكم عن ذكر الله ومن يفعل ذلك فأولئك هم الخاسرون)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

6. Allah menyebut mereka-mereka yang menyebut-Nya. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat al-Baqarah, 2: 152 :
(فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون)
"Maka sebutlah Aku, niscaya Aku akan menyebut kalian, dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kufur."

7. Dzikir sebagai suatu hal yang teramat besar. Sebagaimana yang Allah firmankan dalamn surat Al-Ankabut, 29:45:
(ولذكر الله أكبر)
"Dan sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar (dari pada ibadah-ibadah lain)

8. Sebagai khatimah setiap amal shaleh. Sebagaimana yang Allah gambarkan sebagai penutup ibadah shalat, (Al-Jum'ah, 62:10):
فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون
"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

9. Hanya orang-orang yang berdzikirlah, yang dapat mengambil faedah ayat-ayat Allah. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Ali Imran, 3: 190-191:
إن في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب. الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السموات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka."

10. Allah menggandengkan dzikir dengan amalan-amalan shaleh lainnya, seperti dengan jihad. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Al-Anfal, 8: 45:
(يا أيها الذين آمنوا إذا لقيتم فئة فاثبتوا واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون)
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."(Kiriman Sahaabat)

READ MORE - MENTADABURI AYAT-AYAT DZIKIR

Doa dan Dzikir Sebagai Terapi Psikoreligius

brdoa-gf 

Artikel ini dikirim oleh sahabat Agit Winata Saputera dalam Quantum Zikir melalui situs jejaring sosial Facebook. semoga bermanfaat. Berdasarkan penelitian Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard University menjelaskan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih pengaruh baik kepada manusia. Menurut Benson tidak ada keimanan yang banyak memberikan kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah. Menurutnya, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah.

Menurut penelitian David B. Larson dan timnya dari The American National Health Research, diantaranya perbandingan yang taat beragama dengan yang tidak taat doa01beragama untuk sakit jantung 60% lebih rendah dan bunuh diri 100% lebih rendah dari pada yang tidak taat beragama.
Sementara itu Prof. Dr. Dadang Hawari, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa berdoa dan berdzikir merupakan bentuk komitmen keagamaan seseorang yang merupakan unsur penyembuh penyakit atau sebagai psikoterapeutik yang mendalam. Doa dan dzikir merupakan terapi psikoreligius yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme yang paling penting selain obat dan tindakan medis.

doa-zikir Berkaitan dengan itu , doa dan dzikir merupakan komitmen keimanan seseorang. Doa adalah permohonan yang dimunajatkan ke kehadirat Allah SWT. Dzikir adalah mengingat Allah SWT dengan segala sifat-sifat-Nya.
Secara umum dzikrullah adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungannya dalam bentuk yang meliputi hampir semua ibadah, perbuatan baik, berdoa, membaca Al Quran, mematuhi orang tua, menolong teman yang dalam kesusahan dan menghindarkan diri dari kejahatan dan perbuatan dzalim. Dalam arti khusus dzikrullah adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi tatatertib, metode, rukun dan syarat sesuai yang diperintah oleh Allah dan rosulnya.

Dzikir dibagi tiga. Pertama, dzikir atas dzatnya, yakni pengucapan "laa ilaaha illallaah". Kalimat ini untuk menyeimbangkan dan menselaraskan hati dengan Sang Pencipta. Kedua dzikir atas ilmunya, yakni pengucapan Muhammadar Rosuulullah. Allah memberikan pengetahuan dengan perantaraan Rosul SAW. Melalui beliau dituturkan kepada yang berhak mendapatkan petunjuk. Ali R.A. adalah penghubungnya atau wasilah, sesuai hadits "Aku adalah kotanya ilmu, dan Ali adalah pintunya". Ketiga, dzikir atas af'al-Nya, yakni pengucapan "Fi kulli lamhatin wa nafasin Adada maa wasi'ahuu 'Ilmullah (sebanyak kedipan dan nafas mahluk, serta seluas Ilmu Allah).

foto1 Pengungkapan dzikir tersebut merupakan kalimat tafakkur atas penciptaan Allah berupa gerak nafas dzikir seluruh mahluk-Nya baik yang tidak terlihat. Penghayatan dzikir ini sesuai dengan firman Allah "Yakni orang-orang yang berdzikir kepada Allah dengan berdiri, duduk dan berbaring dan bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi." (QS. Ali Imran: 191)

Konsep penghayatan dzikir tidak berhenti pada pengucapan dan pelantunan dzikir semata, tetapi sentuhan jiwa kepada Allah Yang Rahman dan Rahim menjadi cermin utama dalam menyikapi berbagai keadaan dalam kehidupan.
Allah SWT yang menjadi obyek pada saat kita dzikir akan berubah menjadi subyek, ketika perwujudan dan sifat-sifat Allah yang tampak pada setiap ciptaan-Nya mengambil tempat pada sikap dan perilaku yang berdzikir. Dengan bertafakkur pada kondisi demikian, kesadaran terhadap luasnya ilmu Allah akan tampak begitu nyata.

 

Dzikir kepada Allah bukan hanya semata-mata mengucapkan Asma Allah didalam lisan atau di dalam pikiran dan hati. Akan tetapi dzikir kepada Allah adalah doa1ingat kepada Asma, Dzat, Sifat dan Af'al-Nya. Kemudian memasrahkan kepada-Nya hidup dan mati, sehingga tidak ada lagi rasa khawatir, takut maupun gentar dalam menghadapi segala macam mara bahaya dan cobaan.
Berserah diri menjadi kata kunci dalam memasuki pengalaman untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Berserah diri tidak mungkin bila kita masih memiliki ego tentang diri kita masing-masing.

zikir Hati bagaikan cermin. Setiap kali kita melakukan dosa maka ibarat debu yang menempel pada cermin. Ketika hati kita sudah bersih, alampun menyambut dengan seluruh aliran energi yang ada di permukaannya. Pada akhirnya masalah bukan lagi hal yang menakutkan, akan tetapi justru menjadi bumbu yang harus diramu menjadi energi untuk hisup. Energi yang mengalir dengan benar maka akan membawa keselarasan dalam hidup kita. Energi yang kita alirkan pada arah yang keliru, akan menghasilkan kerusakan seluruh dimensi kehidupan kita.

Psikoterapi Dzikir dan Doa
Psikoterapi dzikir dan doa dapat dijadikan psikoterapi untuk pengobatan keguncangan jiwa, kecemasan dan gangguan mental. Dzikir dan doa adalah metode kesehatan mental. Dengan berdzikir dan berdoa orang akan merasa dekat dengan Allah SWT dan berada dalam perlindungan dan penjagaannya. Dengan demikian akan timbul rasa percaya diri, teguh, tenang, tenteram dan bahagia.

Tahap Psikoterapi Doa images1
1. Tahap kesadaran Sebagai Hamba
Pada tahap ini adalah tahap pembangkitan kesadaran. Kesadaran sebagai hamba dan kesadaran kelemahan manusia. Sebelum berdoa seorang hamba diharuskan untuk merendahkan diri kepada Allah. Pada kesadaran ini seseorang disadarkan akan gangguan kejiwaan atau penyakit sebagai bagian diri kemudian dimintakan kesembuhan kepada Allah.

2. Tahap Kesadaran Akan Kekuasaan Allah
Kesadaran akan kekuasan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang memberi Kesembuhan akan sesuatu penyakit. Tahap ini menumbuhkan keyakinan kita kepada Allah atas kemampuan Allah dalam menyembuhkan.

3. Tahap Komunikasi
Berkomunikasi dengan Allah adalah suatu hal yang penting, tahap ini bisa berupa pengakuan dosa. Dengan hati yang bersih maka kontak dengan Allah akan lebih jernih.
Pengungapan kegundahan hati dan kesulitan yang dihadapi akan menumbuhkan rasa dekat dengan Allah.
Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami, jangan memaksakan kehendak agar Allah mengabulkan.
Tahap menunggu dan diam, namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Allah. Pada tahap ini kita pasrah kepada Allah dan mengikuti kemauannya Allah dan apa kehendak Allah. Maka dengan sikap ini diharapkan akan dapat menangkap jawaban Allah.

Proses Terapi Doa
1. Tumbuhkan niat dalam diri untuk disembuhan oleh Allah.
2. Rilekskan tubuh, kendorkan dari mulai kaki hingga kepala, jangan ada ketegangan otot.
3. Sadari kesalahan yang dirasakan, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.
4.Sadari kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya, Dia yang memberi hidup dan mati, Dia yang memberi sembuh dan sakit.
5. Ungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Allah.
6. Mintakan kesembuhn kepada Allah
7. Tetap rilek dan masih pada posisi memohon kepada Allah
8. Pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan.
9. (Menunggu jawaban doa, diam namun tetap ingat memohon kepada Allah)


Proses Relaksasi Dzikir untuk Mengobati Insomnia
1. Ambil posisi tidur telentang yang paling nyaman
2. Pejamkan mata dengan perlahan-lahan, jangan dipaksakan agar otot disekitar mata tidak tegang.
3. Lemaskan semua otot. Mulai dari kaki, betis, paha dan perut. Gerakkan bahu beberapa kali agar rileks.
4. Bernafas dengan wajar, dan ucapkan dalam hati frase yang akan diulang, umpamnya "Subhanallah".


Pada saat mengambil nafas ucapkan "Subhanallah" dalam hati, setelah selesai keluarkan nafas dengan mengucapkan "Allah" dalam hati. Sambil terus melakukan no, 4, lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah kepada Allah. Sikap ini menggambarkan sikap pasip yang diperlukan dalam relaksasi, dari sikap pasip ini akan memunculkan efek relaksasi ketenangan yang luar biasa.

doa
Selamat mencoba..

READ MORE - Doa dan Dzikir Sebagai Terapi Psikoreligius

Pelepasan Jamaah Haji di Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi

Jemaah Haji dari Kuantan Singingi8 IMG_5693







H. Sukarmis Bupati Kuantan Singingi dengan pejabat pemerintah Kuantan Singingi berbincang setelah pelepasan jamaah Haji Kuantan Singingi 03/11/2009.


PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI SEMOGA MENJADI HAJI YANG MABRUR


Jemaah Haji dari Kuantan Singingi2Jemaah Haji dari Kuantan Singingi

Berdoa bersama sebelum keberangkatan haji di mesjid raya yang pimpin oleh H. Umar Jalis Imam Besar Masjid Raya Teluk Kuantan.


Jemaah Haji dari Kuantan Singingi3Jemaah Haji dari Kuantan Singingi4

Jamaah Haji dari Mesjid Raya Teluk Kuantan bermaaf-maafan pada masyarakat menjelang keberangkatan.


Jemaah Haji dari Kuantan Singingi 5Jemaah Haji dari Kuantan Singingi6

Bus Jamaah Haji Kuantan Singingi tahun 2009.


Jemaah Haji dari Kuantan Singingi6 Jemaah Haji dari Kuantan Singingi 7

Mobil pengawal dan iringan menuju ke pekanbaru dari polres Kuantan Singingi.



Seputar Pelepasan Jamaah Haji Kuantan Singingi tahun 2009

Hari ini, Selasa, 3 November 2009 , 250 Jemaah Haji dari Kuantan Singingi dilepas dengan penuh keikhlasan dan tetesan air mata. Dilepas jam 13.15 WIB oleh H. Sukarmis Bupati Kuantan Singingi dilokasi dan di pusatkan dimesjid raya teluk kuantan. Terlihat begitu ramainya anak-anak, orangtua dan keluarga yang mengantarkan orang tua atau keluarganya untuk menunaikan ibadah haji. Menurut data yang diterima Jemaah haji yang seharusnya berangkat 251 orang, namun 1 orang batal karena sakit. sehingga yang berangkat 250 orang jemaah haji.

Jamaah haji dari mesjid raya teluk kuantan yang berngakat haji 10 orang: Berikut Jamaah haji yang berasal dari jamaah masjid raya Teluk Kuantan: Yafnil Efendi bin Jainal, Helda Yanti Binti Buyung Bahar, M.Ali Bin Abdul Rahman, Yusmanidar Binti Janun, Drs. Syofaizal M.Si bin H. Syamsu Anwar, Elfrineldi binti zainal, Asmah Binti Rasyid, Ernawanis binti nyayo yusu, Maryati binti Ibrahim, Nurlis binti hasan basri

Dengan menggunakan 7 bus yang mengantarkan jemaah haji Kuantan Singingi yang diiringi mobil kepolisian polres Kuantan Singingi hingga menuju pekanbaru. Saya pun melepas iringan jemaah haji dengan rasa haru dan ikhlas, diantara jemaah haji yang berangkat keluarga saya paman dan tante saya ikut untuk menunaikan ibadah haji tahun 2009. Semoga saya bisa menyusul untuk menunaikan ibadah yang wajib bagi yang mampu untuk menunaikannya. Amin.

HAJI YANG MABRUR TIADA BALASANNYA KECUALI SURGA


READ MORE - Pelepasan Jamaah Haji di Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi

Jam dan Menit Kejadian Gempa Ternyata Tertulis Dalam Al Qur'an Apakah Itu Benar?

Gempa PadangSAMSUNG DIGITAL CAMERAFoto022

Beberapa hari yang lalu saya mendapaptkan SMS dari teman yang berisi mengenai terjadinya gempa mengenai gempa yang terjadi di Indonesia. Begini isi SMS yang saya terima:

Gempa Tasik Jam 15:04, Gempa Padang 17.16, Gempa Susulan Jam 17.58, Esoknya Gempa di Jambi Jam 8:52 Coba Lihat Surat dan Ayat Dalam Al Qur'an Sesuai Jam Tersebut dan Pahami!!!

SMS yang saya terima langsung segera Saya Buka Al Qur'an ! Ternyata ada kecocokan dan kesesuaian. Namun saya tetap mencari menelusuri dan memahami dan mencari beberapa literatur dari Internet, saya menemukan artikel SMS ini yang membahas secara detail dengan Keilmuan Agama yang sangat bagus berikut Isinya:

Kita harus mendoakan para korban dan keluarganya agar tabah menjalani cobaan dari Allah. Kita juga harus mengambil banyak pelajaran dari musibah gempa di Padang dan Sumatera umumnya. Pasti ada banyak hikmah di balik peristiwa itu. Kita yakin bahwa tiap kejadian pasti tidak lepas dari qadha’ dan qadar dari Allah SWT.

Tapi mengait-ngaitkan jam kejadian gempa dengan nomor dan ayat Quran, rasanya aneh. Saya memang berkali-kali menerima pertanyaan serupa, baik lewat SMS, email, atau pun pertanyaan langsung.

Jawaban singkatnya hal itu tidak benar dan tidak ada hubungannya. Hanya orang yang kurang wawasan dan pengetahuan dengan ilmu-ilmu Al-Quran yang mudah terjebak dengan otak-atik angka ayat dan surat di Quran.

Mengapa saya katakan demikian?

Sederhana saja, karena ternyata penomoran surat dan ayat di Al-Quran bukan ditetapkan langsung dari langit, alias bukan atas ketetapan dari Allah. Penomoran itu dilakukan oleh manusia, tentu para ulama Quran. Tetapi yang jelas kalau penomoran itu dilakukan manusia, maka nomor-nomor kode surat dan ayat itu buan termasuk wahyu dari Allah. Sebagaimana perbedaan penulisan teks Al-Quran di sekian banyak mushaf yang pasti berbeda jumlah halamannya. Jadi bukan firman Allah.

Lafadz Al-Quran itu memang dari Allah, tetapi penomoran surat dan ayat hanya buatan manusia, meski tetap berdasarkan petunjuk dari Rasulullah SAW. Tetapi penomoran itu tidak baku, sangat mungkin berbeda dan bervariasi.

Jadi sangat tidak relevan kalau dikaitkan dengan jam kejadian Gempa di Padang yang katanya terjadi jam 17.16. Kebetulan saja kalau kita buka Al-Quran pada surat yang ke-17 ayat ke-16, kita akan dapati terjemahannya sbb):

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Oleh mereka yang kurang paham, ayat yang bercerita tentang penghancuran suatu negeri ini ternyata dikait-kaitkan dengan gempa di Padang. Hanya lantaran nomor ayat dan suratnya cocok dengan jam kejadiannya, yaitu jam 17:16. Hmm, kok lucu ya? Kok bisa-bisanya nomor ayat dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa?

Kemudian, terjadi ladi gempa susulan di tempat yang sama. Konon katanya terjadi pada jam 17.58. Kalau kita buka surat ke-17, Al Israa’ ayat 58, kita akan menemukan terjemahanannya sbb :

“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Wah, kok kayak kebetulan ya, kok ngepas sekali ayat itu dengan jam kejadian gempa susulan? Kira-kira begitu kita diajak berpikir. Apalagi masih ditambah dengan info yang berikutnya :

Yang tambah bikin penasaran, esoknya terjadi gempa lain, kali ini di di Jambi. Konon kejadiannya pada pukul 8.52. Surat ke-8 itu adalah Surat Al Anfaa. Kalau kita buka ayat nomor 52, terjemahannya sbb :

“(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tidak Nyambung

Jawaban saya tetap bahwa intinya hal itu tidak benar. Malahan sangat tidak benar Kenapa? Ada banyak ketidak-sesuaian dan ketidak-sambungan logika meski terasa sangat dipaksakan.

Bukti sederhana ketida-nyambungnya adalah ketika kita bandingakn dengan sejarah gempa lain di negeri kita. Ambillah contoh gempa di Yogya 27 Mei 2006 yang terjadi jam 05.55 pagi. Coba buka ayat Quran surat ke-5 (Al-Maidah) ayat 55, apa isinya?

???????? ??????????? ?????? ??????????? ??????????? ???????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????????? ?????? ??????????

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Tidak nyambung kan? Tidak ada kaitannya dengan gempa-gempaan atau musibah atau hal-hal sejenis. Alih-alih bicara gempa, ayat di atas malah bicara tentang sistem kepemimpinan. Mana gempanya?

Kita buktikan lagi dengan Gempa dan Tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Dalam catatan kejadiannya tepat pada pukul 7:58. Coba buka surat ketujuh yaitu Al-A’raf ayat 58, apa isinya?

??????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ??????? ????????? ?????? ??? ???????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ???????? ???????????

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Sekali lagi, mana gempanya? Mana mushibahnya? Mana adzabnya? Nggak ada tuh. Ayat ini sama sekali tidak menyebut-nyebut gempa atau mushibah. Jadi memang tidak ada kaitannya.

Ada begitu banyak ketidak-sesuaian, ketidak-sambungan, dan juga pemaksaan atas sebuah logika yang tidak nyambung. Apalagi kalau kita mau telaah lebih dalam lagi, maka akan semakin tidak nyambung.

Coba kita lihat fakta-fakta berikut ini :

Pertama : Al-Quran Tidak Mengenal Penghitungan Jam

Sistem penghitungan waktu yang dikenal Al-Quran hanya penghitungan hari, bulan dan tahun. Misalnya :

  • Al-Quran menyebut hari Jumat (QS. Al-Jumuah : 9), hari Sabtu (QS. Al-Baqarah : 65)
  • Al-Quran menyebut nama bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah : 185).
  • Quran juga menyebut lama waktu dengan hitungan bulan, seperti pada penangguhan orang yang meng-ila’ istrinya, yaitu selama 4 bulan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqarah : 226.
  • Juga masa ‘iddah wanita yang ditinggal mati suaminya, yaitu selama 4 bulan 10 hari, sebgaimana disebutkan dalam Al-Baqarah : 234). Sedangkan yang sudah menopuse masanya adalah 3 bulan, seperti disebutkan dalam At-Thalaq ayat 4.
  • Demikian hukuman diyat salah satunya berpuasa 2 bulan berturut-turut sebagaimana disebutkan dalam Al-Nisa’ ayat 92.
  • Menyusui dan menyapih bayi selama 30 bulan, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Ahqaf ayat 15.
  • Malam Qadar itu lebih baik dari 1.000 bulan (Qs. Al-Qadr : 3)
  • Al-Quran bercerita tentang orang yang ingin diberi umur 1.000 tahun (QS. Al-Baqarah : 96)
  • Masa penyusuan anak idealnya 2 tahun (QS. Al-Baqarah : 233)
  • Orang yang hampir meninggal berwasiat untuk memberi nafkah kepada istri untuk 1 tahun lamanya (QS. Al-Baqarah : 240)
  • Allah mematikan orang selama 100 tahun kemudian menghidupkannya (QS. Al-Baqarah : 259)
  • Allah menyesatkan orang yahudi sehingga berputar-putar kebingungan di muka bumi selama 40 tahun (QS. Al-Maidah : 26)
  • Nabi Yusuf menyarankan untuk bertanam selama 7 tahun karena akan datang masa paceklik selama 7 tahun (QS. Yusuf : 47-48)
  • Ashhabbul Kahfi ditidurkan selama 300 tahun plus 9 tahun (QS. AL-Kahfi : 25)
  • Usia Nabi Muh alaihissalam adalah 1.000 tahun kurang 50 tahun (QS. Al-Ankabut : 14)
  • Sehari di sisi Allah seperti 1.000 tahun dalam perhitungan kita (QS. As-Sajdah : 5)
  • Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun. (QS. Al-Ma’arij :4)

Tapi tidak pernah sekali pun Al-Quran menyebut-nyebut ukuran waktu dengan format jam. Kenapa?

Mudah saya, karena sistem penghitungan waktu dengan jam yang kita gunakan saat ini, hanya buatan manusia. Berlakunya hanya berlaku di zaman kita ini saja.

Pada saat Al-Quran diturunkan 14 abad yang lalu, manusia belum mengenal pembagian waktu yang sehari 24 jam. Di satu sisi, Al-Quran adalah kitab yang abadi, sementara penggunaan sistem waktu dan jam akan selalu berubah. Bagaimana mungkin Al-Quran menyimpan pesan yang hanya dikhususkan untuk satu zaman saja?

Di masa mendatang boleh jadi kita akan meninggalkan sistem penghitugan jam yang sekarang ini dengan sitem yang lain. Kalau sehari sekarang ini kita hitung menjadi 24 jam, boleh jadi kapan-kapan kita buat menjadi 100 jam dengan ukuran sama yaitu sehari semalam.

Atau boleh jadi kita akan menggunakan sistem jam bintang (baca:stardate) seperti yang diperkenalkan dalam serial film StarTrek. Kalau pakai stardate, gempa di Padang yang jam 17:16 itu adalah -313252.8234398783. Masih minus karena stardate baru akan dimulai pada 1 Januari tahun 2323.

Lalu siapa yang menetapkan bahwa satu hari terdiri dari 24 jam, 1 jam terdiri dari 60 menit, dan 1 menit terdiri dari 60 detik? Yang pasti ketentuan itu tidak datang dari langit sebagai wahyu. Konon besaran itu diambil dari peradaban Babylonia yang mengenal sistem penghitungan sexagesimal yang berbasis angka (60). Sedangkan istilah `jam` konon sudah digunakan oleh peradaban Mesir kuno sebagai 1/24 dari mean matahari.

Yang jadi pertanyaan, apakah Al-Quran mengakui hitungan-hitungan itu lalu menyelipkan informasi di sela-sela nomor ayat? Kok jadi mirip film X-files?

Kedua : Jam Kita Adalah Jam Politis

Selain Al-Quran tidak mengenal penghitungan waktu dengan jam, pada dasarnya sistem jam yang kita gunakan ini bersifat politis. Gempa di Padang itu hanya dianggap terjadi pada jam 17:16 kalau menurut hitungan waktu Indonesia Bagian Barat. Karena Padang itu terdapat di wilayah NKRI.

Tapi seandainya -ini hanya seandainya- kota Padang itu bukan bagian dari Negara Indonesia, tentu gempa tidak terjadi pada jam 17:16, tetapi bisa saja malah jam 18:16 atau jam 16:16. Semua tergantung kebijakan pemerintahannya.

Kok gitu?

Ya memang begitu. Mari kita buat pengandaian. Seandainya kota Padang itu bagian dari Singapura, maka kejadian gempa itu pastinya bukan jam 17:16, tetapi jam 18:16. Sebab meski letaknya lebih di Barat dari Jakarta, tapi secara kebijakan Pemerintah Singapura menetapkan jam mereka lebih dulu dari Indonesia. Kalau Jakarta atau WIB itu GMT+7, ternyata Singapura malah GMT+8.

Padahal posisi Singapura lebih ke Barat dibandingkan Jakarta. Seharusnya Jakarta lebih dulu dari Singapura. Tapi sekali lagi karena ini hanya urusan politis dua negara yang beda pemerintahan, maka akhirnya Singapura yang lebih dekat ke kota Padang malah punya jam yang lebih dulu dari jam Jakarta.

Jadi angka 17:16 yang katanya merupakan surat ke-17 ayat ke-16, kalau dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa Padang, tentu 100% dusta, hanyalah ilusi, hayal, dan tidak tepat. Kenapa? Karena penetapan hitungan jam itu bersifat nisbi.

Salah satu bukti bahwa penetapan jam itu semata-mata politis adalah kalau kita berada di negeri sub-tropis. Setiap ganti musim baik dari musim panas ke musim dingin atau sebaliknya, pemerintah punya kebijakan untuk mengubah atau melompat jam secara massal. Yang tadinya jam 07.00 pagi, secara massal di bawah perintah penguasa, rakyat diminta mengubah jamnya jadi jam 08.00. Heboh kan?

Konon sejarah gonta-ganti jam ini belum lama. Awalnya dimulai pada saat krisis minyak pada tahun 1970-an. Waktu krisis minyak tersebut, harga minyak menjadi berlipat ganda dan minyak pun menjadi barang langka. Berhubung minyak diperlukan untuk seluruh industri dan berbagai keperluan sehari-hari lainnya, pemerintah Swiss (dan beberapa negara Eropa lainnya, kalau nggak salah) memutuskan memajukan satu jam.

Dengan cara itu berarti negara ini menghemat satu jam pemakaian minyak, lantaran satu jam dianggap hilang. Jadi kalau ditetapkan pada tanggal sekian waktu dimajukan satu jam pada jam 12 malam, pada waktu jam menunjukkan 24.00, semua jam dimajukan menjadi jam 01.00. Ini artinya waktu antara 24.00-01.00 tidak eksis alias hilang.

Tapi kemudian `hilang`-nya waktu ini pun diganti pada waktu pergantian jam di musim dingin, dengan diundurnya waktu selama satu jam. Artinya kalau tanggal X harus ganti waktu musim dingin pada jam 12 malam, sewaktu jam menunjukkan pukul 24.00, seluruh jam diundur menjadi 23.00. Artinya waktu 23.00-24.00 berulang dua kali, dua jam. Impas kan. Ribet ya?

Tapi intinya saya cuma mau bilang bahwa penghitungan jam itu sangat nisbi dan sangat politis. Tidak layak Al-Quran memberi informasi berdasark kebijakan politis sebuah pemerintahan.

Ketiga : Sistem Penomoran Ayat Quran Cuma Ijtihad Manusia

Lafadz Al-Quran memang dari Allah SWT yang sampai kepada kita sepanjang 14 abad dengan proses periwayatan yang mutawatir. Tetapi urusan penomoran ayat-ayatnya ternyata tidak merupakan ketetapan dari Allah SWT.

Karena itulah kita menemukan para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah total ayat Al-Quran. Ternyata jumlahnya yang konon 6.666 ayat itu malah tidak ada rujukannya. Cobalah iseng-iseng ambil kalkulator lalu jumlahkan semua ayat yang ada di 114 surat, hasilnya pasti bukan 6.666.

Lho kok?

Nah, biar mudahnya silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang jumlah total ayat Al-quran, silahkan klik di link ini.

Perbedaan dalam menghitung jumlah ayat ini sama sekali tidak menodai Al-Quran. Kasusnya sama dengan perbedaan jumlah halaman mushaf dari berbagai versi percetakan. Ada mushfah yang tipis dan sedikit mengandung halaman, tapi juga ada mushfah yang tebal dan mengandung banyak halaman.

Yang membedakanya adalah ukuran font, jenis dan tata letak (lay out) halaman mushaf. Tidak ada ketetapan dari Nabi SAW bahwa Al-Quran itu harus dicetak dengan jumlah halaman tertentu.

Lalu apa kaitannya dengan tema yang kita sedang bahas?

Kaitannya adalah bahwa nomor ayat itu juga bersifat nisbi. Kalau angka jam digital menyebutkan 17:16, lalu dianggap itu merupakan kode isyarat nomor surat dan ayat di Al-Quran, maka nomor itu mau menggunakan versi yang mana?

Kalau pakai mushaf yang umumnya kita pakai memang barangkali ada kebetulannya untuk cocok, tetapi kita harus ingat bahwa ada berjuta jenis dan versi mushaf di dunia ini, dimana nomor surat dan ayat 17:16 belum tentu terkait dengan musibah gempa.

Keempat : Al-Quran Bukan Buku BMG

Al-Quran sejak awal diturunkan tidak pernah disebutkan mengandung informasi dunia teknologi. Apalagi hanya dikaitkan dengan nomor-nomor surat atau nomor-nomor ayat di dalamnya. Nomor-nomor itu 100% buatan manusia, sama sekali tidak datang dari Allah SWT. Jadi kalau dipercayai sebagai bagian dari wahyu, sungguh sebuah kekeliruan yang fatal.

Memang benar bahwa Al-Quran adalah kitab petunjuk, tetapi tentu saja bukan petunjuk yang terkait dengan hal-hal teknis. Kita tidak akan menemukan tatacara membangun gedung, membikin mobil, menangkap ikan, menanam padi di sawah, atau mengetahui kapan terjadi bencana alam. Jelas sekali Al-Quran tidak diturunkan untuk kebutuhan seperti itu.

Kalau Al-Quran diyakini sebagai buku referensi teknologi, berarti kita secara tidak langsung telah menuduh Nabi Muhammad SAW telah zalim atau tidak mengerti Al-Quran.

Kok gitu?

Ya, karena Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang sah ditugaskan untuk menjelaskan isi Al-Quran, bahkan disebutkan bahwa beliau adalah Al-Quran yang berjalan. Kalau di dalam Al-Quran itu ada info tentang kapan terjadi bencana alam, lalu Nabi SAW diam saja tidak bilang apa-apa, berarti Nabi SAW itu zalim, karena tidak memberikan peringatan dini. Itu kalau kita anggap Nabi SAW tahu semua isi Al-Quran.

Tapi kalau kita bilang bahwa Nabi SAW tidak tahu ada informasi seperti itu di dalam Al-Quran, maka kita juga telah menuduh yang salah kepada beliau. Masak ada info tentang gempa di dalam Al-Quran, Nabi SAW malah tidak tahu? Lalu buat apa jadi nabi? Nabi kok tidak tahu info dalam Al-Quran?

Lebih parah lagi, kenapa Allah SWT terkesan `menyembunyikan` info akan terjadi gempa di dalam Al-Quran? Apakah Al-Quran itu merupakan buku teka-teki? Apakah kita disuruh untuk bermain puzzle dengan nomor ayat Quran? Untuk itukah Quran diturunkan?

Betapa naifnya kalau memang begitu. Quran kitab yang agung itu ternyata tidak lebih hanya dijadikan buku teka-teki yang angka di dalamnya diotak-atik, mirip orang kecanduan judi buntut.

Astaghfirullahal-Adzhiem.

Jadi kesimpulannya, informasi bahwa ayat Al-Quran mengandung misteri terselubung yang berupa data-data akan terjadi gempa tidak lain hanyalah klenik abad 21 yang dimainkan oleh mereka yang bermental Bani Israil, karena tidak lebih dari sekedar asathir (dongeng), levelnya sederajat dengan kisah-kisah israiliyat versi yahudi laknatullahi alaihim. Sayangnya, banyak juga yang terkecoh dengan ilusi model beginian.

Kepercayaan semacam itu sama sekali tidak memberikan nilai tambah apa pun buat Al-Quran. Malah sebaliknya, Quran jadi direndahkan selevel dengan kitab primbon atau mujarobat. Naudzu billah tsumma nauzdu billah.

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber:http://mediaislam.oaseadwan.info

READ MORE - Jam dan Menit Kejadian Gempa Ternyata Tertulis Dalam Al Qur'an Apakah Itu Benar?